• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ternyata Pindah ke Tempat ...

Ternyata Pindah ke Tempat Baru Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Senin, 24 Mar 2025, 17:25 WIB

JAKARTA - Berpindah ke tempat baru merupakan perubahan besar yang bisa menimbulkan kekhawatiran di tengah kegembiraan dan harapan.

Ditulis laman Hindustan Times, Minggu (23/3), Dr Ajit Dandekar, HoD, Psikiatri dan Kesehatan Mental, Rumah Sakit Super Spesialis Nanavati Max di Mumbai mengatakan kepindahan adalah perubahan besar yang membebani kesehatan mental. Ada jenis stres yang terkait dengan kepindahan, yang disebut stres transisi.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Pexels

“Beberapa penelitian telah menyoroti bahwa pindah ke tempat baru sering kali memicu guncangan budaya. Hal ini dapat melibatkan stres psikologis, kecemasan, atau depresi karena norma-norma yang tidak dikenal dan hilangnya jaringan pendukung lama. Kami sering mengamati bahwa individu umumnya mengalami suatu bentuk “stres transisi,” terutama jika lingkungan baru sangat berbeda dari budaya asal seseorang,” kata dia.

Dr Ajit Dandekar mengatakan perlu waktu untuk menyesuaikan diri agar dapat membangun kembali rumah dan merasa betah di tempat baru. Ia menyarankan untuk mengatasi kesepian dan rindu kampung halaman dengan membangun hubungan sosial.

Mencari teman baru, bergabung dengan kelompok sosial, dan mencari orang dengan latar belakang yang sama untuk ketenangan emosional bisa menjadi strategi yang efektif untuk mengatasi kesepian.

“Seseorang dapat mempelajari keterampilan praktis untuk kehidupan sehari-hari guna menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Jika Anda pindah ke daerah dengan bahasa yang berbeda dari bahasa Anda, kembangkan dan pelajari kemampuan komunikasi baru untuk mengurangi kesalahpahaman dan menghindari kemungkinan perasaan terisolasi,” kata dia.

Sementara itu, Dandekar mengatakan waktu penyesuaian diri dengan lingkungan baru berbeda tiap orang. Adaptasi awal seringkali memakan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk mencakup rasa nyaman dengan adat istiadat setempat, persahabatan yang stabil dan stabilitas emosional.

Penyesuaian di tempat baru juga berbeda bagi anak karena mereka lebih berfokus pada apa yang mereka tinggalkan seperti teman lama dan lingkungan sekolah yang sudah mereka kenal.

Hal ini menyebabkan banyak tekanan pada anak-anak dan di titik kritis ini anak membutuhkan dukungan dari orang tua.

Bagi orang tua yang membawa anak untuk pindah ke tempat baru, Dandekar menyarankan untuk mengakui dan menanggapi kecemasan anak, mempertahankan rutinitas yang sudah dikenal seperti tradisi budaya, dan mendorong partisipasi dalam kegiatan sekolah atau masyarakat.

Ini membantu kaum muda memperoleh dukungan sosial, membangun persahabatan baru, dan secara bertahap merasa betah di lingkungan tersebut. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.