Legislator: Jaga keselamatan petugas transportasi saat mudik dan balik
Senin, 24 Mar 2025, 16:00 WIBJakarta -- Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengingatkan pentingnya perhatian terhadap keselamatan petugas transportasi, terutama keselamatan masinis, operator teknologi informasi, dan petugas keamanan, yang bertugas selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
"Jangan sampai mereka yang menjaga keselamatan jutaan pemudik justru kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan akibat beban kerja yang berat," kata Rieke dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin.
Pesan tersebut dia sampaikan ketika kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN, PT KAI (Persero), KCIC, dan Perum Damri di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar Summarecon, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3).
Menurut dia, keselamatan dan kesejahteraan petugas transportasi cenderung terabaikan. Padahal, di balik kelancaran transportasi, terdapat ribuan petugas yang bekerja tanpa libur, bahkan meninggalkan keluarganya pada momentum hari raya.
Selain beban kerja yang tinggi, kata Rieke, petugas transportasi juga menghadapi tantangan keamanan.
Rieke mencatat ada 342 titik rawan gangguan keamanan dengan kasus pencurian aset, perusakan jalur, dan pelemparan batu ke kereta yang masih marak terjadi.
Disebutkan pula di antara berbagai tantangan tersebut, kasus pelemparan batu ke kereta api yang menjadi perhatian utama, yakni tercatat 179 insiden atau 52 persen dari total gangguan keamanan.
"Kasus pelemparan batu ini bukan hanya membahayakan penumpang, melainkan juga mengancam keselamatan masinis dan kru di dalam kereta. Kami harus memastikan ada langkah konkret untuk mengatasi masalah ini," kata Rieke.
Wakil rakyat yang berada di komisi yang salah satunya membidangi BUMN ini mendorong pemerintah daerah dan PT KAI bekerja sama dalam meningkatkan keamanan di jalur-jalur rawan serta menambah personel keamanan di titik-titik kritis.
Di sisi lain, dia mengusulkan agar Pemerintah dan operator transportasi memberikan insentif tambahan bagi pekerja yang bertugas selama Lebaran, termasuk tunjangan kesehatan dan dukungan mental.
Selain itu, Rieke mengusulkan pemberian pemeriksaan kesehatan berkala, vitamin, serta sistem rotasi kerja yang lebih manusiawi agar pekerja tidak mengalami kelelahan ekstrem selama masa puncak mudik dan arus balik.
"Kita tidak boleh menganggap mereka sekadar petugas di lapangan. Mereka adalah pahlawan transportasi yang memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengingatkan akan pentingnya kesejahteraan dan keselamatan petugas transportasi karena tanpa mereka, kelancaran mudik yang dinikmati jutaan orang tidak akan mungkin terjadi.
"Bagi yang tidak bisa berlebaran bersama keluarga karena harus bertugas, saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengabdian kalian. Semoga ke depan ada kebijakan yang lebih baik untuk memastikan kalian mendapatkan hak yang seimbang dengan pengorbanan kalian," demikian Rieke.
- mudik lebaran
- keselamatan pengemudi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Posko PMI Kota Semarang Melayani 15 Pemudik per Hari
-
Peluncuran Program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik”
-
Makin Keren Usai Direvitalisasi: Kemen PU Ajak Pemudik Kunjungi Benteng Pendem Ambarawa
-
Jalan Raya Kalimalang Mulai Dipadati Pemudik Bermotor
-
Jalur Sukabumi Macet 8 Jam, Tiba di Bandung Malah Gigit Jari: Curhat Pilu Pemudik Kehabisan Bus ke Majalaya
-
Kapal Laut jadi Sarana Pulang kampung karena Harga Terjangkau
-
Posko Pesona Keluarga untuk Pemudik di Pelabuhan Telaga Punggur Batam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.