• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Paro, Bandara Tersulit di ...

Paro, Bandara Tersulit di Dunia

Jumat, 21 Mar 2025, 23:08 WIB

BANDARA Internasional Paro (PBH) Bhutan terkenal sebagai salah satu bandara tersulit di dunia. Untuk mendarat di bandara tersebut, pilot harus bermanuver ke landasan pacu pendek di antara dua puncak gunung di rangkaian Pegunungan Himalaya. Hal ini tentu membutuhkan skill, pengetahuan teknis, dan keberanian tingkat tinggi.

Kondisi yang unik di Bandara Paro membuat pesawat jet jumbo tidak bisa digunakan. Namun bagi sebagian traveler, itulah daya tarik mengunjungi Bhutan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/DESHAKALYAN CHOWDHURY

Paro adalah bandara kategori C, yang berarti pilot harus memiliki pelatihan khusus untuk terbang di sana. Mereka harus melakukan pendaratan sendiri secara manual, tanpa radar. Sangat penting bagi pilot untuk mengetahui lanskap di sekitar bandara - jika salah sedikit saja, pilot bisa mendarat di tempat yang tidak semestinya.

Bhutan, yang terletak di antara Tiongkok dan India, lebih dari 97% wilayahnya berupa pegunungan. Ibu kotanya, Thimpu, berada di ketinggian 2.350 meter di atas permukaan laut. 

Siapa pun yang terbang ke Paro dari New Delhi (India), Bangkok (Thailand), Kathmandu (Nepal) atau Hanoi (Vietnam) kemungkinan besar harus berangkat di pagi hari untuk penerbangan mereka. Alasannya karena petugas bandara lebih suka semua pesawat mendarat sebelum tengah hari demi keselamatan optimal karena kondisi angin kencang serta tidak ada penerbangan malam hari di Paro karena kurangnya radar.

1742541195_63692942a65e93e5fabe.jpg

Berbagai penyesuaian harus dilakukan selama musim hujan, yang biasanya terjadi antara bulan Juni dan Agustus. Tidak jarang terjadi badai petir pada periode tersebut, disertai hujan es yang dapat mencapai ukuran bola golf.

Hanya terdapat lima puluh pilot berlisensi yang mendapat ijin untuk mendaratkan pesawat di Paro dengan maskapai penerbangan nasional Royal Bhutan Airlines.

Calon pilot harus menunjukkan kemampuan mereka untuk terbang di semua musim yang bervariasi di Bhutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

Kabut asap batasi jarak pandang di Sungai Kapuas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.