RI-Australia Bangkitkan Kesadaran terkait Sampah Laut Lewat Pameran
Kamis, 20 Mar 2025, 23:55 WIBJakarta - Kedutaan Besar Australia di Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta berupaya membangkitkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut melalui pameran ghost net atau jaring hantu.
Pameran yang bertajuk âGhost Nets, Awakening The Drifting Giantsâ menampilkan 18 karya seni tenun tangan berupa kawanan ikan, penyu laut, dan pari manta yang terbuat dari limbah pukat ikan yang dipamerkan di Museum Bahari, Jakarta Utara.
âMelalui karya seni yang menyoroti sampah laut khususnya ghost nets, jaring laut yang hilang, terbengkalai atau dibuang, kita diingatkan akan dampaknya yang merusak terumbu karang dan membahayakan biota laut,â kata Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno saat membuka pameran di Museum Bahari, Jakarta, Kamis (20/3).
Wagub Rano Karno menuturkan, Jakarta sebagai kota pesisir, menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti polusi, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem laut.
Kendati Jakarta sudah belajar cara mengatasi sampah di sungai, waduk, hingga bendungan, Rano menilai Jakarta perlu belajar cara menanggulangi masalah sampah di laut dengan Australia sebagai benua yang punya pengalaman di bidang kelautan.
Oleh karena itu, lanjutnya, perhatian dan kolaborasi semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam sebagai warisan bersama.
âSaya berharap pameran ini tidak hanya memberikan pengalaman edukatif yang menarik, tetapi juga menginspirasi kita untuk terus menjaga kelestarian lingkungan,melestarikan ekosistem laut dan pesisir, serta mengatasi perubahan iklim demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,â ucapnya.
Hadir pada pembukaan pameran, Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengatakan nama ghost net atau jaring hantu diambil dari banyaknya peralatan penangkapan ikan termasuk jaring yang terbuang di laut dunia yang mencapai 640 ribu ton per tahun.
âJaring liar, yang seringkali dianggap sampah atau limbah, telah diubah menjadi karya seni yang indah dan berharga. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai,â ucapnya.
Kamath berharap pameran yang berlangsung hingga 31 Agustus tersebut dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan untuk terus mencari cara-cara kreatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
MBG untuk Lansia? Mensos sebut Masih Dalam Tahap Pematangan Konsep
-
Evaluasi Bertahap untuk Kesejahteraan Guru Paruh Waktu
-
Gubernur DKI Jakarta Serahkan Kunci Unit Rusunawa PIK Pulogadung
-
Volume Sampah Meningkat Hingga 20 Ton per Hari Selama Ramadan
-
Perekam Siswi di Toilet SMA 12 Bandung Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp250 Juta oleh PN Bandung
-
Ponsel dengan Fitur AI Pintar untuk Dukung Produktivitas
-
Pesawat Milik Pemkab Puncak Terbakar di Bandara Ilaga, Pilot Berhasil Melompat Nihil Korban Jiwa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.