Pameran Jaring Hantu, Bangkitkan Kesadaran Indonesia-Australia Terkait Sampah Laut

Kamis, 20 Mar 2025, 20:38 WIB

JAKARTA - Kedutaan Besar Australia di Jakarta bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta berupaya membangkitkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di laut melalui pameran ghost net atau jaring hantu.

Pameran yang bertajuk “Ghost Nets, Awakening The Drifting Giants” menampilkan 18 karya seni tenun tangan berupa kawanan ikan, penyu laut, dan pari manta yang terbuat dari limbah pukat ikan yang dipamerkan di Museum Bahari, Jakarta Utara.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Noel Celis

“Melalui karya seni yang menyoroti sampah laut khususnya ghost nets, jaring laut yang hilang, terbengkalai atau dibuang, kita diingatkan akan dampaknya yang merusak terumbu karang dan membahayakan biota laut,” kata Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno saat membuka pameran di Museum Bahari, Jakarta, Kamis (20/3).

Wagub Rano Karno menuturkan, Jakarta sebagai kota pesisir, menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti polusi, perubahan iklim, dan degradasi ekosistem laut.

Kendati Jakarta sudah belajar cara mengatasi sampah di sungai, waduk, hingga bendungan, Rano menilai Jakarta perlu belajar cara menanggulangi masalah sampah di laut dengan Australia sebagai benua yang punya pengalaman di bidang kelautan.

Oleh karena itu, lanjutnya, perhatian dan kolaborasi semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam sebagai warisan bersama.

“Saya berharap pameran ini tidak hanya memberikan pengalaman edukatif yang menarik, tetapi juga menginspirasi kita untuk terus menjaga kelestarian lingkungan,melestarikan ekosistem laut dan pesisir, serta mengatasi perubahan iklim demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ucapnya.

Hadir pada pembukaan pameran, Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengatakan nama ghost net atau jaring hantu diambil dari banyaknya peralatan penangkapan ikan termasuk jaring yang terbuang di laut dunia yang mencapai 640 ribu ton per tahun.

1742476717_3460181a4d39414d0245.jpeg

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno (kiri) bersama Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Gita Kamath (dua kiri) saat melihat pameran “Ghost Nets, Awakening The Drifting Giants” di Museum Bahari, Jakarta, Kamis (20/3). ANTARA/Kuntum Riswan

“Jaring liar, yang seringkali dianggap sampah atau limbah, telah diubah menjadi karya seni yang indah dan berharga. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai,” ucapnya.

Kamath berharap pameran yang berlangsung hingga 31 Agustus tersebut dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan untuk terus mencari cara-cara kreatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.