Indonesia-Russia Jajaki Kerja Sama Teknologi Satelit dan AI

Jumat, 25 Sep 2026, 09:33 WIB

JAKARTA - Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan Pemerintah Federasi Russia menjajaki kerja sama teknologi satelit dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dan perluasan akses digital di Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan pemerataan infrastruktur digital menjadi bagian penting dari transformasi digital Indonesia, mengingat luas wilayah dan kebutuhan konektivitas masyarakat.

Ket. Foto: Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo saat menerima Kunjungan Diplomatik Delegasi dari Utusan Kepresidenan Federasi Rusia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). — Sumber: KEMENKOMDIGI

“Visi kami untuk transformasi digital juga demikian. Kami ingin membangun infrastruktur digital yang adil untuk semua orang. Indonesia adalah negara yang sangat besar,” kata Angga dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan diplomatik delegasi dari Utusan Kepresidenan Federasi Russia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Rusia memaparkan peluang pemanfaatan teknologi satelit, termasuk penyediaan sistem administrasi dan perangkat penerima di Indonesia serta akses terhadap data satelit.

Delegasi Russia juga menyebut jaringan yang dipaparkan mencakup 98 satelit dan perusahaan terkait meluncurkan sekitar 16 satelit setiap tahun. Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari paparan teknologi yang ditawarkan untuk dijajaki lebih lanjut.

“Anda juga dapat melakukan kerja sama dengan perusahaan satelit Indonesia, termasuk BUMN,” ujar Angga.

Pembahasan satelit turut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia dan riset teknologi. Delegasi Rusia menawarkan program pendidikan serta pembangunan laboratorium di Indonesia yang memungkinkan mahasiswa mempelajari dan mengoperasikan satelit secara langsung.

“Untuk satelit dan komunikasi, kita memiliki beberapa lembaga untuk penelitian dan inovasi teknologi,” tutur Angga.

Selain satelit, AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.

Ia menilai literasi digital saat ini sangat penting bukan hanya untuk para siswa, tetapi juga untuk masyarakat.

"Kalau kita berbicara tentang literasi digital, saya ingin sesuatu yang benar-benar diarahkan kepada masyarakat. Jadi masyarakat bukan hanya mengetahui cara menggunakan teknologi,” ungkap Angga.

Pembahasan tersebut menjadi pijakan awal untuk mengidentifikasi bidang kerja sama yang relevan, dengan tindak lanjut yang dapat mencakup teknologi satelit, AI, riset dan inovasi, serta pengembangan talenta digital sesuai kebutuhan kedua negara.

  • RI-Russia

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.