Inovasi Hijau! Desa Kelua di Kalsel Sukses Terapkan Sistem Padi Apung

Sabtu, 15 Mar 2025, 00:02 WIB

TABALONG - Padi apung adalah teknologi inovatif dalam pertanian yang memungkinkan padi tumbuh di lahan tergenang air, seperti rawa, sungai, atau daerah yang sering mengalami banjir. Sistem ini mengadaptasi metode budidaya padi dengan menggunakan rakit apung atau varietas padi yang mampu bertahan di kondisi air tinggi.

Inovasi padi apung menjadi solusi cerdas untuk pertanian di lahan rawa dan daerah rawan banjir. Dengan pengembangan lebih lanjut, metode ini bisa menjadi masa depan ketahanan pangan di berbagai wilayah yang terdampak perubahan iklim.

Ket. Foto: Arsip - Contoh pengembangan sistem padi apung di Desa Ampukung, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/Herlina Lasmianti

Pemerintah Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan mengungkapkan tiga desa di Kecamatan Kelua menjadi percontohan pengembangan sistem padi apung untuk mengoptimalkan lahan lebak di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong Budi Santoso mengatakan uji coba sistem padi apung dimulai di Desa Ampukung dan Desa Hapalah sejak 2024.

"Tahun ini pengembangan sistem padi apung di Desa Masintan dan sebelumnya diterapkan di Desa Ampukung serta Desa Hapalah Kecamatan Kelua," kata Budi di Tabalong, Jumat (14/3).

Bantuan sistem padi apung di Desa Masintan mencakup 250 styrofoam, pot dan benih padi varietas inpari nutri zinc yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Tabalong.

Sedangkan pengembangan padi apung di Desa Ampukung mendapat dukungan dari Bank Indonesia berupa bantuan penunjang mencapai 1.700 styrofoam untuk 31 lubang tanam, 35.000 pot hingga berbagai penunjang lainnya.

Budi menuturkan Desa Masintan menggunakan dana APBD Kabupaten Tabalong 2024 sebanyak 50 styrofoam dengan varietas padi yang sama.

"Untuk uji coba periode 2024 diperkirakan panen pada April 2025," tutur Budi.

Ia mengakui sistem padi apung menjadi alternatif pemanfaatan lahan Lebak namun biaya yang dibutuhkan untuk penanaman cukup besar dibanding lahan sawah karena dari segi biaya sistem padi apung memang cukup tinggi. Diperkirakan dalam satu hektare bisa mencapai ratusan juta untuk pembelian bahan penunjang.

Karena itu untuk pengembangan sistem padi apung perlu mendapat dukungan pihak ketiga untuk mengurangi beban biaya yang ditanggung kelompok tani.

Pengembangan sistem padi apung pernah dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan varietas padi Mekongga, yang memiliki potensi produksi tinggi.

Dalam satu pot, padi Mekongga menghasilkan sekitar 20 anakan dengan ubinan 1,3 meter persegi yang dinilai berpotensi menghasilkan lebih dari 6 ton padi per hektare.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

Libur Sekolah Jangan Dipenuhi Les, Anak Butuh Waktu untuk Bereksplorasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.