Mata-Mata di Pulau Sabira, CCTV Kini Intai Pencuri Telur Penyu Sisik yang Terancam Punah

Jumat, 10 Apr 2026, 02:25 WIB

MALANG - Upaya penyelamatan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di Pulau Sabira kini memasuki babak baru dengan pemanfaatan teknologi digital.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) OSES mengintegrasikan sistem pengawasan berbasis CCTV dan perangkat monitoring suhu melalui Program Tiga Perisai guna meminimalkan praktik pengambilan telur secara ilegal sekaligus melindungi habitat satwa yang berstatus terancam punah tersebut.

Ket. Foto: Tim PHE OSES bersama Karang Taruna Pulau Sabira melakukan pemantauan area konservasi penyu sisik di Pulau Sabira. — Sumber: ANTARA/HO-Pertamina

“Konservasi adalah tentang harapan. Kami ingin memastikan perlindungan penyu sisik juga diperkuat dengan teknologi yang mendukung partisipasi masyarakat,” ujar Head of Communication, Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan dalam keterangan resminya yang diterima di Malang, Jawa Timur, Kamis.

Penyu sisik berstatus Terancam Punah atau Critically Endangered, menurut IUCN. Untuk itu, setiap upaya perlindungan yang konsisten menjadi hal yang sangat kritikal bagi keberlangsungan spesies ini.

Melalui pendekatan yang memadukan teknologi dan partisipasi masyarakat, PHE OSES turut mendorong terciptanya sistem konservasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Pendekatan teknologi itu diwujudkan melalui Program Tiga Perisai. Dalam menjalankan program tersebut, PHE OSES, bekerja sama dengan Karang Taruna 03 Pulau Sabira dan BKSDA Jakarta, menghadirkan pengawasan berbasis teknologi dengan pemasangan CCTV di titik-titik pendaratan penyu sisik di Pulau Sabira guna memperkuat perlindungan dari ancaman bahaya.

Pemasangan CCTV di dua titik pendaratan menjadi inovasi penting dalam konservasi di Pulau Sabira. Fasilitas ini memungkinkan pemantauan aktivitas di area rawan secara lebih optimal, terutama pada malam hari saat penyu naik ke pantai untuk bertelur.

Langkah ini dinilai krusial mengingat masih adanya praktik pengambilan telur penyu oleh oknum warga atau telur dimangsa predator lain.

Dengan adanya CCTV, pengawasan kini tidak hanya mengandalkan patroli manual, tetapi juga dukungan teknologi yang mampu merekam dan memantau aktivitas secara langsung.

Lurah Pulau Harapan M. Nuralim menyambut baik inisiatif tersebut.

“Masih terdapat praktik pengambilan telur penyu oleh oknum yang perlu diminimalkan melalui pengawasan yang lebih optimal. Dengan adanya CCTV ini, kami harap pengawasan bisa lebih maksimal,” ujar Nuralim.

Selain pemasangan CCTV, PHE OSES juga memberikan dukungan sarana lainnya berupa rak penetasan, alat pemantau suhu dan kelembaban, gazebo, serta perlengkapan monitoring. Seluruh fasilitas ini mendukung metode penetasan semi alami yang diterapkan oleh tim konservasi lokal.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sekitar 4 ribu telur penyu dari 31 kali pendaratan berhasil diamankan. Capaian ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem pengawasan, serta dukungan sarana prasarana dalam menjaga keberlangsungan konservasi di kawasan tersebut.

  • satwa dilindungi
  • phe oses
  • penyu sisik
  • pulau sabira
  • konservasi satwa
  • teknologi tiga perisai
  • bksda jakarta

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.