Keren, Alsintan Bantu Percepat Tanam di Banten
Sabtu, 24 Mei 2025, 12:42 WIBLEBAK â Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat strategi percepatan tanam dan perluasan area tanam di seluruh Indonesia melalui optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan respons positif terhadap intervensi alsintan dalam mendorong peningkatan luas tanam.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Andi Nur Alam Syah, mengungkapkan bahwa potensi luas tambah tanam (LTT) di Provinsi Banten meningkat secara signifikan setelah dilakukan optimalisasi terhadap alsintan yang telah disalurkan pada tahun-tahun sebelumnya, serta bantuan tambahan pada tahun ini.
âSebelumnya, potensi luas tambah tanam Banten hanya sekitar 62 ribu hektare hingga akhir Mei 2025. Namun dengan dukungan alsintan yang telah kita optimalkan, baik dari pengadaan tahun lalu maupun intervensi baru, kami perkirakan potensi ini bisa meningkat menjadi 72 ribu hektare,â jelas Andi saat kunjungan kerja ke Kabupaten Lebak, Jumat, 23 Mei 2025.
Ia menegaskan bahwa percepatan tanam hanya dapat dicapai apabila seluruh proses, mulai dari olah tanah hingga panen, dilakukan secara efisien. Dalam hal ini, alsintan memainkan peran penting dalam mempercepat waktu kerja petani, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta meningkatkan produktivitas.
âAlsintan bukan hanya soal percepatan, tapi juga efisiensi. Dengan traktor roda dua misalnya, satu hektare bisa diolah dalam waktu jauh lebih singkat dibanding cara manual. Ini membuka peluang besar untuk meningkatkan indeks pertanaman,â tambahnya.
Kabupaten Lebak menjadi contoh nyata bagaimana optimalisasi alsintan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan luas tanam. Dari sebelumnya hanya 19 ribu hektare, potensi LTT di kabupaten ini kini meningkat menjadi 21 ribu hektare. Peningkatan ini didukung oleh distribusi berbagai jenis alsintan kepada kelompok tani, seperti traktor roda dua, rice transplanter, dan pompa air.
Andi juga mendorong pemerintah daerah, terutama dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota, untuk aktif melakukan pemetaan kebutuhan alsintan. Ia menekankan bahwa identifikasi kebutuhan yang tepat akan membuat distribusi alsintan lebih efektif dan efisien, serta mendorong petani untuk lebih cepat memulai tanam.
âKolaborasi pusat dan daerah harus diperkuat. Kita tidak bisa kerja sendiri. Pemerintah pusat hadir dengan program dan bantuan, tapi daerah yang paling tahu kondisi riil di lapangan. Maka sinergi keduanya sangat penting,â ujar Andi.
Dalam jangka panjang, strategi percepatan tanam dan perluasan area tanam ini diyakini akan memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. Dengan memperluas cakupan tanam dan mempercepat siklus produksi, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
âKementan berkomitmen untuk hadir dari hulu ke hilir. Bukan hanya dalam pengolahan lahan, tapi juga dalam memastikan pascapanen berjalan baik. Optimalisasi alsintan adalah salah satu instrumen utama kami dalam menggerakkan sektor pertanian yang lebih modern, efisien, dan produktif,â jelas Andi.
Terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kementan menggunakan mekanisasi untuk meningkatkan produksi padi atau beras nasional serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
âPercepatan tanam merupakan langkah kongkret untuk mengejar target tanam dalam memitigasi dampak El Nino dan meningkatkan produksi beras nasional,â ujarnya.
Mentan Amran menegaskan, modernisasi pertanian lewat mekanisasi menjadi bagian dari strategi besar Kementan dalam menjawab tantangan ketahanan dan produksi pangan nasional.
âKami memastikan petani mendapatkan akses terhadap alsintan yang memadai. Dengan dukungan ini, kita tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga mempercepat pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan,â tegasnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Karya Lokal Mendunia, Ekspor Fesyen–Kriya Tembus Rp476 Triliun
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Indonesia Kontra Malaysia, Ubed Turun Pertama, Ginting Ketiga
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Bangga Jadi Orang Indonesia, Kemenkeu Harap untuk Hormati Rakyat Indonesia karena Itu Uang Rakyat
-
Wakil Ketua MPR Nilai Krisis Energi Momentum Benahi Subsidi BBM dan LPG untuk Kurangi Beban APBN
-
Bazar Ramadan Lebak Bulus: Upaya Pemprov DKI Majukan UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.