Menteri PU Tegaskan Pentingnya Komitmen Pemda dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Selasa, 11 Mar 2025, 20:18 WIBJAKARTA- Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Infrastruktur Pengelolaan Sampah Terpadu yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo saat penutupan retreat kepala daerah di Magelang.
"Pemda harus mengambil peran utama melalui inovasi dan aktif melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah, khususnya dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga," ujar Menteri Dody di Jakarta, Selasa (11/3) yang didampingi Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti dan Direktur Jenderal Cipta Karya Dewi Chomistriana.
Ia mencontohkan keberhasilan TPA Benowo Surabaya yang sukses mengubah sampah menjadi energi listrik serta TPA Banyumas yang memproduksi kompos dan bahan bakar Refuse Derived Fuel (RDF).
âKomitmen dan inovasi Pemda adalah kunci utama dalam pengelolaan sampah. Masyarakat juga wajib berperan aktif dalam pemilahan sampah sejak dari rumah tangga,â jelas Menteri Dody.
Menteri Dody juga menyoroti tantangan tipping fee dalam pengelolaan sampah, dengan menyarankan penerapan kebijakan yang melibatkan semua pemangku kepentingan melalui konsep polluter pays principle (3P), di mana pihak yang menghasilkan sampah turut bertanggung jawab dalam menanggung biaya pengelolaan.
Ia menambahkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menargetkan pengolahan 38% dari total sampah secara efektif. Upaya ini krusial guna mencegah terjadinya over capacity Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mengingat proyeksi volume sampah pada tahun 2045 diprediksi mencapai 82 juta ton per tahun.
âKementerian PU hingga 2024 telah membangun 145 TPA dengan metode sanitary landfill, serta sejumlah fasilitas pengolahan sampah seperti TPS3R dan TPST menggunakan teknologi biokonversi, seperti Black Soldier Fly dan RDF, untuk memaksimalkan pengurangan volume sampah,â ungkapnya.
Selain itu, Menteri Dody juga menegaskan bahwa metode open dumping harus segera dihentikan karena berisiko tinggi mencemari lingkungan, sesuai rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.
âTPS3R harus diterapkan secara konsisten di semua wilayah. Kota-kota besar dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari akan diarahkan menggunakan teknologi Waste to Energy, sementara kota lain bisa menggunakan TPST atau TPA sanitary landfill,â pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menko AHY menekankan pentingnya integrasi lintas sektoral antara Kementerian PU, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemda, serta pihak terkait lainnya guna memastikan target pengolahan sampah nasional tercapai secara optimal.
âTidak cukup hanya mengurangi sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga memaksimalkan konsep Waste to Energy,â kata AHY.Â
- Pengelolaan Sampah
- Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
- Kementerian PU
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kementerian PU Kebut Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra
-
Sapu Bersih Sarang Narkoba! 24Orang Diangkut dari Kampung Ambon dan Boncos
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
PU Kebut Perbaiki Alur Sungai Batang Baliang di Solok, Sudah 780 Meter Beres
-
Apresiasi Para Pelaku Industri Keuangan, Media Asuransi Beri Penghargaan Top Digital Financial dan CFO Award 2026
-
Cegah Antrean Mengular, Pertamina Perpanjang Sistem Ganjil-Genap Pembelian BBM di SPBU Sintang
-
Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Siap Dibuka Fungsional Saat Nataru, Progres Sudah 66,92 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.