Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Perlu Memanfaatkan “Pocket Garden”

📅 Jumat, 07 Mar 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Perlu Memanfaatkan “Pocket Garden” Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Lanskap pepohonan dengan latar belakang gedung bertingkat di Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

JAKARTA – Untuk menambah luas ruang terbuka hijau (RT) Pemprov Jakarta bisa memanfaatkan pocket garden atau kebun kecil di ruang-ruang tak terpakai. “Praktik ini sudah diterapkan beberapa kota luar negeri, seperti Bangkok, Thailand,” jelas Direktur AT Kearney, Shirley Santoso, di Jakarta, Kamis (6/3).

Menurutnya, dengan tambahan ruang-ruang kecil ini, RTH terus meluas.

Shirley menjelaskan Pemprov Jakarta bisa belajar dari Bangkok yang mengembangkan pemanfaatan teknologi dan efisiensi ruang.

“Kita belajar dari Bangkok. Mereka punya banyak pocket garden di ruang tak terpakai,” ujarnya. Walaupun tempatnya tidak luas, kita bisa memanfaatkan menjadi RTH kecil-kecil. Dia mengatakan ini dalam ajang “Jakarta RISE#20: Path Towards TOP 20 Global City.”

Selain itu, sambung dia, taman-taman juga bisa dibangun secara vertikal untuk memenuhi rasio ideal RTH Jakarta. Saat ini Jakarta baru punya RTH 34,5 juta meter persegi. Ini baru 5,4 persen dari luas Jakarta. Ini masih jauh dari target ideal dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, sebesar 30 persen.

Menurut Shirley, perluasan RTH menjadi salah satu upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota layak huni.

“Keberlanjutan lingkungan hidup juga sangat penting untuk Jakarta menjadi liveable city atau kota layak huni. Salah satunya memperluas ruang terbuka hijau,” ujar dia.

Lalu, selain RTH, perlu air perpipaan yang memasok air bersih juga menjadi bagian mewujudkan Jakarta sebagai kota layak huni. Shirley mencatat saat ini cakupan sistem perpipaan Jakarta baru 50 persen. Perlu kerja keras untuk menjadi 100 persen pada tahun 2030.

Karena itu, menurut dia, tanggul laut raksasa menjadi keharusan. Keberadaan tanggul tersebut bukan hanya untuk memitigasi bencana, tetapi juga sebagai penjaga pasokan air tawar baru bagi warga. Bahkan kalau di kota global lainnya (tanggul laut raksasa) dapat juga menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Adapun pada tahun 2019-2024 telah dibangun tanggul sepanjang 8,27 kilometer. Total keseluruhan panjang tanggul yang akan dibangun 14,45 km. Saat ini sepanjang 1,6 km lagi sedang dikerjakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Dinkes Waspada Penularan Su...
Daerah
PT Pertamina Bersama DPRD B...
Nasional
Mengembalikan Illicit Enric...
Luar Negeri
Delegasi Korea Utara Hadiri...
Daerah
Karhutla di TN Gunung Rinja...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.