Antisipasi Perkembangan AI, Anggota DPR Dorong Pembentukan Badan Perlindungan Data Pribadi
Jumat, 28 Feb 2025, 13:52 WIBJAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mendesak dibentuknya Badan Perlindungan Data Pribadi (BPDP) untuk mengantisipasi tantangan yang muncul akibat perkembangan akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
"Kami mendorong agar pemerintah mendorong pembentukan Badan Perlindungan Data Pribadi untuk melindungi data masyarakat Indonesia dan memberikan perlindungan masyarakat di tengah perkembangan AI yang semakin masif," kata Oleh dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/2).
Dia mengatakan Indonesia memang telah mempunyai UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Kendati demikian aturan pelaksanaan beleid ini belum juga dibuat sehingga upaya perlindungan data pribadi masih belum berjalan maksimal.
âSituasi ini dalam pandangan kami cukup mendesak jika melihat perkembangan Akal Imitasi yang begitu cepat saat ini dan memicu banyak kasus pembobolan data pribadi,â ujarnya.
Oleh mengungkapkan berdasarkan data Databoks pada kuartal III tahun 2022, Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai negara dengan kasus kebocoran data terbanyak di dunia.
Pada kuartal tersebut, Indonesia mengalami kebocoran data sebanyak 12.742.031 akun. Jumlah kebocoran data tersebut bisa dibilang sangat besar dan memalukan bagi negara Indonesia.
âNamun masih saja pemerintahan kurang menggubris permasalahan ini yang dibuktikan dengan insiden peretasan kembali pada tanggal 20 Juni 2024 kemarin ini,â jelas Oleh yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelijen.
Menurutnya, salah satu amanat dari UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi adalah terbentuknya Badan Perlindungan Data Pribadi. Adapun pembentukan badan ini seolah berjalan di tempat karena lebih dua tahun dari pengesahan UU Perlindungan Data Pribadi belum kunjung terbentuk.
âKami berharap Pemerintah segera melakukan eksekusi pembentukan badan perlindungan badan pribadi sehingga upaya melindungi data pribadi di tengah penetrasi internet yang begitu kuat bisa dilakukan dengan semestinya,â tambahnya.
Ia menegaskan pembentukan BPDP ini akan berfungsi mengawasi dan mengatur penggunaan data pribadi serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hak-hak mereka terkait informasi pribadi.
Dengan adanya BPDB ini juga untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi AI ini dilakukan dengan etika dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
âPembentukan BPDB ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kejahatan di dunia maya,â pungkas dia.
Komisi I DPR RI membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika.
- Anggota DPR
- Teknologi AI
- Badan Perlindungan Data Pribadi
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Waspada! Data Pribadi Jenis Ini yang Paling Banyak Diincar Penipu
-
Kemkomdigi Buka Diskusi Industri Bahas Tata Kelola Hak Cipta di Era AI
-
Safari Gemarikan 2026: Strategi DKP Kepri Dorong Warga Suka Makan Ikan Cegah "Stunting"
-
Wakil Wali Kota Bandung: Pelajar Harus Berkarakter dan Inovatif
-
Pemkot Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang dan Cabai
-
Rupiah Tertekan Sentimen Hawkish The Fed
-
Sompo Indonesia jalin kolaborasi dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.