Menteri Kependudukan sebut Tamasya jawab tantangan bonus demografi
Senin, 24 Feb 2025, 16:25 WIBSolo -- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Wihaji menyebut keberadaan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) menjawab tantangan bonus demografi ke depan.
"Kebutuhan lumayan, biar nanti ini menjawab bonus demografi, salah satunya angka produktivitas kan tinggi. Perempuan dan laki-laki bisa kerja, anak bisa dititipkan di sini, di kota cari pembantu sulit, bayar mahal," katanya di sela kunjungannya ke TPA Pertiwi di Boyolali, Jawa Tengah, Senin, (24/2).
Ia mengatakan Tamasya juga menjadi bagian bahwa pemerintah hadir untuk ikut membantu para pekerja.
"Pemerintah harus hadir. Yang seperti ini bisa dari perusahaan, korporasi, pemerintahan. Intinya ada kecemasan kalau saya kerja anak gimana, ini salah satu caranya," katanya.
Sementara itu, dikatakannya, di TPA Pertiwi tersebut setiap anak dijaga dengan pola asah, asih, asuh.
"Ada 49 anak di sini, usia 1-4 tahun. Dilayani dengan luar biasa, dari jam 07.00-16.00 WIB. Saatnya makan ya makan, jam tidur ya tidur.
Bayar hanya Rp15.000," katanya.
Sementara itu, ia berharap ke depan jumlah Tamasya akan makin banyak sehingga makin banyak pula orang tua pekerja yang bisa menitipkan anak mereka.
"Kalau potensi ada sekian ribu. Sampai saat ini di kementerian sudah ada. Bisa juga dari pemerintah, swasta, korporasi," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wihaji berkesempatan bercengkrama dengan anak-anak yang dititipkan di Tamasya. Ia juga sempat menyuapi makan siang ke beberapa anak.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Spalletti Akui Gagal Angkat Performa Timnas Italia Jelang Mundur dari Kursi Pelatih
-
LRT Jabodebek Layani 78 Ribu Penumpang Saat Peringatan HUT Kemerdekaan RI
-
Waspada! Lontaran Material Pijar Erupsi Gunung Ruang
-
87 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua
-
Kulon Progo: Mengatasi Stunting tak Boleh Setengah-setengah, Harus Menyeluruh
-
Sungai Terpanjang di Dunia, Dari Nil hingga Amur
-
RI Punya 70,72 Persen Penduduk Usia Produktif, Kemendukbangga: Waspadai Meningkatnya Pengangguran!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.