Politeknik Salah Satu Kekuatan Wujudkan Asta Cita
Minggu, 23 Feb 2025, 21:35 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyebut politeknik sebagai salah satu kekuatan mewujudkan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto. Menurutnya, hal tersebut penting dalam mencapai keberhasilan ekonomi yang berlandaskan Pancasila dan Kemandirian Bangsa Indonesia.
âPoliteknik dapat menjadi salah satu kekuatan untuk dapat membangun sumber daya melalui pendidikan berkualitas sesuai Asta Cita Presiden,â ujar Brian, saat menghadiri Rapat Kerja Forum Komunikasi Senat Politeknik Se-Indonesia, di Jakarta, pekan lalu.
Dia menegaskan bahwa pendidikan tinggi vokasi tidak hanya fokus pada terapan praktis. Menurutnya, lulusannya harus mendapat bekal pemahaman akan sains dan teknologi, agar mampu mengatasi berbagai tantangan dunia industri.Â
âTujuan dari Pak Prabowo membuat negara kita maju dan kualitas negara kita seperti negara maju lainnya. Sehingga anak kita bisa hidup dengan tenang, nyaman, serta kesejahteraan tercapai,â jelasnya.
Mendiktisaintek menggarisbawahi bahwa hal ini tidak dapat dicapai tanpa adanya industri yang kuat untuk melakukan produksi yang berdaya jual tinggi. Menurutnya, kunci dari produksi yang kuat dan berkualitas adalah sebuah modal.
âKemdiktisaintek akan melakukan pemantapan kemandirian bangsa, lapangan kerja berkualitas, mendorong pertumbuhan industri kreatif, menciptakan sumber daya manusia sains dan teknologi yang kuat, serta hilirisasi berbasis sumber daya alam,â katanya.
Dia mengimbau politeknik harus memiliki kesiapan untuk ini. Kemdiktisaintekpun akan melakukan kajian secara umum berdasarkan jumlah SDM yang dibutuhkan, bidang-bidang keahlian, keperluan sumber daya ahli, dan lulusan-lulusan yang dibutuhkan, bukan berdasarkan maket yang berkembang.Â
Brian mengingatkan, saat ini Indonesia terjebak dalam middle income trap untuk negara berpendapatan rendah dan merupakan tantangan bersama. Menurutnya, perlu kebijakan ekonomi dan SDM yang memadai untuk menjawab tantangan tersebut.
âKami mengajak para senat perguruan tinggi mengawal setiap kampusnya untuk terlibat dalam peranan strategis, karena inilah saatnya Indonesia untuk keluar dari middle income trap dan melahirkan industri-industri besar,â ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengungkapkan pentingnya pendidikan vokasi dalam menciptakan inovasi dan mendukung kemajuan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mendukung empat kinerja utama pemerintahan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto yaitu penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, ketahanan pangan dan energi, serta terobosan teknologi.
Dia menjelaskan bahwa perubahan struktur kementerian yang kini mencakup pendidikan tinggi, sains, dan teknologi bertujuan untuk mendorong ekosistem inovasi yang lebih inklusif. Dengan tidak adanya pemisahan antara pendidikan akademik dan vokasi, diharapkan kolaborasi lintas sektor semakin kuat.
"Pendidikan vokasi tidak boleh lagi dipandang sebagai kelas kedua. Justru di banyak negara maju seperti Jerman, Swiss, dan Belanda, pendidikan vokasi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
- Politeknik
- Pendidikan Tinggi Vokasi
- Kemendiktisaintek
- Brian Yuliarto
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Kemdiktisaintek Tingkatkan Kolaborasi dengan Inggris Lewat JWG 2025
-
Mesir dan PBB Kerja Sama Perkuat Pelaksanaan Gencatan Senjata di Gaza
-
Pemprov Mesti Cermati Serbuan Virus Nipah
-
Pemkot Ambon Perkuat Program Pembangunan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
-
DKI Bentuk Tim Investigasi Selidiki Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati
-
Kemendiktisaintek Siapkan Rp75,9 Miliar Bantu Mahasiswa dan Dosen Korban Bencana Sumatera
-
Cegah Banjir, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Modifikasi Cuaca Selama Lima Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.