- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tantangan Global Makin Kom...
Tantangan Global Makin Kompleks, Indonesia Desak G20 Ambil Tindakan Nyata
Minggu, 23 Feb 2025, 08:55 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir mendesak negara-negara G20 untuk mengambil tindakan konkret dan menetapkan strategi kolektif dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
âSekarang adalah waktunya untuk berani mengambil keputusan dan menunjukkan dampak nyata,â kata Arrmanatha dalam sesi Pertemuan Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (21/2).
Sebagaimana pernyataan Kemlu RI yang diterima pada Sabtu, Wamenlu menegaskan bahwa Indonesia siap memainkan perannya dalam memastikan G20 tetap relevan dan menjadi penggerak perubahan global.
Ia mendorong supaya G20 menjadi katalis perubahan dengan komitmen yang terukur dan transparan sehingga badan tersebut âdapat menjadi platform aksi, bukan sekadar forum diskusi.â
Terlebih, menurut Wamenlu RI, dunia saat ini membutuhkan kepemimpinan yang berani serta keputusan yang tegas, dan G20 dianggap mampu mengambil peran tersebut demi kebaikan dunia.
Untuk itu, Indonesia memandang G20 membutuhkan strategi kolektif yang berkelanjutan dan berdampak nyata, mengingat dinamika dunia yang semakin kompleks akibat gejolak ekonomi, perubahan iklim, serta ketimpangan sosial yang semakin melebar, kata dia.
âTantangan global tidak bisa diselesaikan dengan solusi jangka pendek. Kita memerlukan peta jalan konkret yang menempatkan kesejahteraan manusia, perlindungan lingkungan, dan kemakmuran bersama sebagai prioritas utama,â ucap Arrmanatha.
Wamenlu menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan terhadap krisis tingkat global, termasuk melalui sistem peringatan dini yang lebih kuat, investasi terhadap infrastruktur yang tahan banting, serta mekanisme pembiayaan yang berkelanjutan untuk negara-negara rentan bencana.
Ia pun menyerukan aksi nyata dalam memperkuat rantai pasok global, mempercepat inklusi digital, dan membangun ekonomi hijau yang berkelanjutan.
âTidak boleh ada negara yang terpaksa memilih antara membayar utang atau memastikan perlindungan bagi rakyatnya,â kata dia, menegaskan.
Arrmanatha juga menyerukan mobilisasi pembiayaan untuk mempercepat transisi energi, termasuk melalui skema kerja sama pemerintah dan pihak swasta.
âKita harus memastikan bahwa transisi energi tidak memperdalam kesenjangan global, tetap justru menciptakan peluang pertumbuhan yang inklusif,â tutur Wamenlu RI.
Menurut keterangan Kemlu RI, dalam pembahasan kinerja G20, sejumlah delegasi mengusulkan penyederhanaan kerja dan mendorong G20 lebih efektif dan fokus pada hal-hal yang menjadi prioritas tinggi. Selain itu, isu kecerdasan buatan (AI), tata kelola data (data governance), dan inovasi dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan juga menjadi perhatian dalam pertemuan pada Jumat tersebut.
Berita Terkait:
-
Kemlu RI Pulangkan 96 WNI dari Arab Saudi, Mayoritas Perempuan
-
Update Banjir Jakarta: Daftar Titik Genangan di Jalan Letjen Suprapto dan Jalur Alternatif
-
G20 Sepakat Bantu Negara-negara Miskin Terdampak Perang Iran
-
DPRD DKI Usul 1 Persen APBD untuk Perang Lawan Narkoba dalam Ranperda P4GN Terbaru
-
Gestur Menag RI di Vatikan Dipandang Pesan Iman dan Perdamaian Dunia
-
Dubes Agus Widjojo Wafat, Kemlu Beri Penghormatan Terakhir di Gedung Pancasila
-
Wali Kota Makassar Temui Korban Banjir Biringkanaya, Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.