Wagub Langsung Jalankan Program Prioritas

Sabtu, 22 Feb 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur Jakarta, Wagub Rano Karno, pada hari pertama kerja, Jumat (21/2) langsung melaksanakan salah satu program 100 hari, yaitu mengeruk sungai. “Pengerukan sungai adalah salah satu program prioritas dalam Rencana 100 Hari Pertama kepemimpinan saya bersama Gubernur Pramono Anung sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang terpadu dan berkelanjutan,” tutur Rano Karno.

Dia mengatakan ini saat meninjau pengerukan Kali Krukut di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat. Kedatangannya disambut antusias warga sekitar. Ikut kunjungan adalah Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta, Ika Agustin Ningrum, dan Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin.

Ket. Foto: Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno (kanan) berbincang dengan Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta, Ika Agustin Ningrum (kedua kanan) saat meninjau pengerukan Kali Mookervart, Cengkareng, Jakarta, Jumat (21/2). Rano meninjau kegiatan pengerukan atau nor — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

Rano berjalan menyusuri Kali Krukut sambil mengamati pengerukan sedimen lumpur yang dilakukan pasukan biru Dinas SDA Jakarta.“Hari pertama kerja, saya langsung turun ke lapangan,” tandasnya. Dari Kali Krukut, Rano mengunjungi wilayah rawan banjir Jakarta Barat. “Kita harus ada perubahan dalam antisipasi banjir. Kalau tidak, masalah ini tidak akan selesai,” ujar Wagub Rano.

Di Kali Krukut, Wagub Rano menemukan beberapa kendala pengerukan seperti penyempitan sungai akibat penumpukan sedimen. Lebar sungai tinggal empat meter. Kemudian, tanggul masih berupa tanah, sehingga air mudah meluap ke permukiman warga. Selanjutnya, jarak jembatan dan permukaan kali terlalu pendek. Ini membuat alat berat sulit masuk untuk pengerukan.

Menghadapi kendala ini, Wagub Rano menegaskan bahwa Pemprov akan mencari solusi teknis dengan perangkat daerah terkait. Salah satunya adalah pembangunan turap. Namun, dia mencatat ada tantangan sosial karena warga sering membangun dapur atau hunian di atas turap.

“Kalau diatas turap nanti didirikan dapur, masalahnya tidak selesai. Maka, kita akan sosialisasi agar warga mendukung program ini. Relokasi ke rumah susun adalah solusi ideal. Hanya, tantangannya perlu sosialisasi kepada warga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Rano sempat berbicara langsung dengan warga untuk memahami situasi mereka. Banyak warga mengeluhkan banjir tahunan yang bisa mencapai dua meter. Sebagian besar menyatakan keinginan untuk direlokasi asalkan mendapat solusi tempat tinggal yang layak.

Setelah dari Kali Krukut, Rano melanjutkan tinjauan ke Kali Mookervart, tepatnya di antara Jalan Rawa Buaya dan Jalan H Dairi, Jakarta Barat. Kali Mookervart memiliki panjang 1.040 meter, lebar 30 meter, dan tinggi 1 meter. Sedangkantarget pengerukan adalah 31.200 m³ sedimen.

Pengerukan di Kali Mookervart telah dimulai sejak 12 Februari dan ditargetkan selesai 31 Agustus. Pengerukan menggunakan empat alat berat (excavator) dan 15 dump truck. Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Jakarta berharap dapat mengurangi dampak banjir secara signifikan di Jakarta. Wagub menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan kali. Juga jangan mendirikan bangunan di bantaran sungai.

Marunda

Sementara itu, terkait penanganan limbah rumah tangga dan industri di pintu air Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Rano Karno minta kesadaran warga untuk ikut menjaga. Menurutnya, perlu kerja sama yang erat antara pemerintah yang menyediakan fasilitas dan warga yang bertugas untuk menjaganya.

“Jangankan limbah, saya lihat ada beberapa kapal cepat, speedboat yang diparkir di daerah terlarang. Itu saja saya bertanya,” ujarnya. Dia menegaskan kawasan Marunda harus menjadi daerah steril lantaran dikhawatirkan menimbun sampah hingga Jakarta terancam tenggelam.

  • wakil gubernur jakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.