Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenekraf Tekankan Pentingnya Kuasai Bahasa Dunia Digital

📅 Jumat, 21 Feb 2025, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenekraf Tekankan Pentingnya Kuasai Bahasa Dunia Digital Doc: ANTARA/Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wamenekraf Irene Umar

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf/Wakabekraf), Irene Umar, menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama dalam dunia digital yang masih menjadi tantangan bagi banyak masyarakat Indonesia.

"Kita harus belajar berbahasa agar dapat memajukan Indonesia. Kita harus relevan dengan dunia luar agar Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar, melainkan mampu menjadi kreator," ujar Irene dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (21/2).

Ia mengatakan melalui acara Dicoding Connect 2025 yang diselenggarakan oleh Dicoding Indonesia dapat memperluas wawasan serta membuka peluang kolaborasi di industri digital.

Acara ini mempertemukan para developer, mentor, dan pelaku industri teknologi dalam satu forum interaktif. Melalui acara ini, peserta dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun jaringan dengan sesama profesional di bidang teknologi.

Lebih lanjut, Irene mengungkapkan program Kemenekraf dalam mendorong dunia digital, salah satunya melalui program "Emak-Emak Matic" (Emak-Emak Melek Teknologi).

Program ini bertujuan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan mereka yang tidak memiliki akses ke pendidikan tinggi. Sejak diluncurkan tahun lalu, program ini telah berjalan di enam kota dan ditargetkan menjangkau 40 kota pada 2025.

"Program ini bertujuan menjangkau masyarakat yang tidak mampu melanjutkan ke universitas, serta memberdayakan ibu-ibu di rumah. Dengan kekuatan emak-emak, program ini akan terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak kota di tahun 2025," imbuh dia.

Selain itu, Irene juga menyoroti kehadiran 'Global Game Jam' pada Januari lalu, di mana dalam 48 jam para developer berhasil menciptakan prototipe gim yang diaktivasi di 12 kota di Indonesia. Hasil prototipe ini nantinya akan dikembangkan dan diadaptasi di ruang-ruang publik sebagai permainan di setiap pojok gim.

Sementara itu, CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, mengungkapkan bahwa ada dua tantangan utama dalam industri digital di Indonesia. Pertama, sebagai negara yang luas, potensi ekonomi Indonesia tersebar di berbagai pulau, sehingga membutuhkan lebih banyak talenta digital di berbagai wilayah.

Kedua, kontribusi kecerdasan buatan (AI) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih di bawah negara maju.

"Dua tantangan utama yang kami angkat adalah luasnya wilayah Indonesia yang memerlukan talenta digital di berbagai daerah, serta kontribusi AI terhadap PDB yang masih rendah dibandingkan negara maju. Kita harus berupaya meningkatkan hal ini agar Indonesia dapat bersaing di tingkat global," ujar Narenda.

Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi sektor teknologi informasi (IT) terhadap PDB Indonesia saat ini berada di angka 4,34 persen, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024. Sebagai perbandingan, di negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, angka tersebut berkisar antara 8-10 persen.

"Kita perlu meningkatkan digitalisasi, baik dalam jumlah maupun kualitas talenta digital. Dicoding akan terus berkolaborasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kemenekraf, untuk mempercepat pertumbuhan industri digital di Indonesia," tambah dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.