46 Korban TPPO Scammer Online dari Myanmar Dipulangkan. Waspadai Penipuan melalui Medsos!
Jumat, 21 Feb 2025, 10:53 WIBJAKART-Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Sosial bekerjasama memulangkan sebanyak 46 pekerja migran Indonesia ex-scammer online di Myanmar.
Ke-46 pekerja migran Indonesia itu dipulangkan dengan dua penerbangan dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (20/2) malam.
Direktur Jenderal Pelindungan P2MI Rinardi menyebut pemulangan mereka menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tak mudah tergoda dengan iming-iming gaji tinggi.Â
âIni seharusnya menjadi pembelajaran kedepannya. Bahwa masyarakat tidak mudah tertipu dengan iming-iming apapun. Apalagi sekarang ini marak rayuan-rayuan melalui media sosial yang itu seolah-olah memberikan janji-janji untuk bekerja mudah tanpa dokumen tanpa persyaratan lengkap bahkan tanpa kompetensi,â kata Rinardi di Bandara Soekarno-Hatta.
Rinardi meminta agar masyarakat untuk berhati-hati terkait iming-iming pekerjaan di luar negeri. Sebab, menurut Rinardi, mereka bisa saja menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
âMereka bisa berangkat ke luar negeri dan mendapatkan gaji besar. Padahal kenyataannya mereka kemudian menjadi objek dari sasaran perdagangan orang. Nah inilah kemudian yang kita ingin sampaikan kepada masyarakat,â ujar Rinardi.
Senada dengan Rinardi, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu Yudha Nugraha, mengimbau kepada masyarakat untuk tak mudah tertipu dengan lowongan pekerjaan yang menjanjikan gaji yang besar tanpa kualifikasi khusus.
âOleh karena itu kami sangat mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terbuai atau tertipu dari lowongan tawaran bekerja ke luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi namun tidak meminta kualifikasi khusus, berangkat tidak dibekali dengan visa kerja, berangkat tanpa dibekali dengan kontrak kerja dan akhirnya kemudian bermasalah di luar negeri,â kata Yudha.
Korban yang dipulangkan, ungkap Yudha, sebelumnya sudah pernah bekerja di sektor judi online. Yudha menyebut beberapa korban pernah bekerja di sektor judi online di Filipina, Kamboja hingga Laos.
âAda beberapa di antara mereka yang sudah pernah bekerja sebelumnya di sektor judi online di Filipina, kemudian pindah ke Laos dan kemudian akhirnya ke Myawaddy (Myanmar). Ada juga yang sudah bekerja di sektor judi online juga di Kamboja,â kata Yudha.
Yudha mengungkapkan, para korban akan dipulangkan ke daerah asal mereka usai melakukan pendalaman terkait cara-cara pelaku untuk menjebak para korban.
âMereka nanti akan dibawa ke Rumah Perlindungan Trauma Center Kemensos untuk dilakukan pendalaman terhadap bagaimana modus-modus atau cara-cara yang dilakukan sehingga mereka bisa terjebak hingga ke Myawaddy (Myanmar),â kata Yudha.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Warga di Desa-desa Diingatkan untuk Mewaspadai Praktik-praktik TPPO
-
Ditemui KDM, Mentan Tegaskan Alih Fungsi Lahan Pertanian Harus Diganti Tiga Kali Lipat!
-
Pemkot Batam Terapkan Pola 3-3-3 untuk THM, Apa Sih Maksudnya?
-
Beli Kendaraan Listrik di Jateng Sekarang Gratis Pajak Sepeser Pun? Ini Faktanya
-
Waspadai Gunung Dempo Setelah Meletus Tanpa Gejala
-
Kunjungan Wisatawan ke Lampung di Libur Akhir Tahun 2,35 Juta Orang
-
Disekap 3 Tahun oleh Pria Berinisial TH, Wanita di Bandung Ini Alami Cacat Fisik dan Rugi Puluhan Juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.