- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Tolak Mentah-mentah...
Russia Tolak Mentah-mentah Usul Amerika
Rabu, 19 Feb 2025, 14:45 WIBRIYADH - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengisyaratkan menolak menghentikan sementara atau moratorium serangan Russia ke fasilitas Ukraina yang diusulkan Amerika dalam pertemuan di Riyadh, Rabu.
Lavrov dalam konferensi pers usai bertemu utusan AS menegaskan bahwa angkatan bersenjata Russia hanya menargetkan fasilitas yang membantu militer Ukraina.
Dia menandaskan moratorium serupa telah dibahas tahun lalu dalam perundingan untuk memperbarui kesepakatan gandum Laut Hitam, namun Kiev menolak terlibat dalam dialog tersebut.
Akan tetapi, ketika ditanya tentang kesannya terhadap pertemuan itu, Lavrov mengaku merasakan komitmen AS untuk membuat kemajuan dan Russia ikut serta dengan pendekatan tersebut.
Mengenai kemungkinan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump, Lavrov mengatakan pembicaraan di Riyadh ditujukan untuk meletakkan dasar bagi pertemuan puncak semacam itu dan menyamakan langkah-langkah yang diperlukan untuk melangkah maju.
Pembicaraan antara Russia dan AS di Arab Saudi diselenggarakan untuk membahas masalah perbaikan hubungan, mengatasi konflik di Ukraina, dan mempersiapkan pertemuan antara presiden Russia dan AS.
Ini menandai pertemuan pertama antara diplomat Russia dan AS sejak perang Ukraina-Russia dimulai pada Februari 2022.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Satu WN China Tewas Jadi Korban Gempa Myanmar, Bantuan Internasional Mengalir
-
Indonesia–Pakistan Teken 7 MoU, Disaksikan Presiden Prabowo dan PM Sharif
-
BPS Catat Kemiskinan Bali Terendah di Indonesia
-
Tarik-Ulur Global dan Domestik, Simak Proyeksi IHSG Awal Pekan Ini
-
Perkuat Digital Banking, Maybank Indonesia Fokus Kembangkan M2U ID App
-
Gubernur DKI: Kemacetan Menurun saat Uji Coba Tol Fatmawati 2
-
Trump Siapkan Tarif 500 Persen untuk Negara Pembeli Minyak Russia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.