Kabupaten Bogor Gelontorkan 181 Ton Beras

Selasa, 18 Feb 2025, 04:00 WIB

BOGOR – Selama 37 penyelenggaran gerakan pangan murah (GPM), Pemkab Bogor, Jawa Barat, teah menggelontorkan 181 ton beras. Ini terdiri dari 100 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 100 ton dan beras medium 81 ton. “Tujuan GPM ini untuk menjaga stabilitas harga pangan,” tutur Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri di Cibinong, Senin (17/2).

Dia mengatakan ini saat menghadiri gelaran GPM di Kantor Kelurahan Nanggewer Mekar, Cibinong, Senin. “Kita juga ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang bulan puasa,” katanya.

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri dalam Gerakan Pangan Murah di Kantor Kelurahan Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor

Bachril menjelaskan, GPM menjadi upaya Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas harga pangan. Selain itu, juga memudahkan masyarakat menjangkau berbagai kebutuhan pangan dengan harga di bawah rata-rata.

Program GPM memberikan subsidi berupa fasilitasi distribusi pangan dari Pemkab Bogor senilai 2.000 per kilogram. “Apa-apa kan di luar sudah mahal. Sekarang, dengan adanya acara ini, kami merasa terbantu. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan,” ujar Bachril.

Pemkab Bogor sudah lebih dari 37 kali menyelenggarakan GPM sejak tahun lalu dengan omzet di atas 3,8 miliar. Selama 37 kali penyelenggaraan, ada 264.957 kilogram komoditas telah dijual. Ini terdiri dari tadi yang sudah disebutkan beras program SPHP 100 ton dan beras medium 81 ton.

Kemudian ada telur ayam ras 13,8 ton, daging ayam ras 3 ton, dan daging sapi 2 ton. Kemudian, minyak goreng 35.000 liter, gula pasir 24.000 kilogram, dan cabai rawit merah 762 kilogram.

Lalu ada juga cabai merah keriting 751 kilogram, bawang merah 17.00 kilogram, dan bawang puting 1.750 kilogram. Menurutnya, GPM juga menjual berbagai komoditas pangan dengan harga lebih murah dari pasaran. Contoh, beras SPHP dijual dengan harga 54.000/5 kilogram.

Depok

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, menyatakan pentingnya keseimbangan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa merugikan petani.

“Harga pangan yang stabil bukan berarti murah, melainkan harus tetap menguntungkan petani sekaligus terjangkau oleh konsumen,” jelas Maino Dwi Hartanto, di Depok, Senin (17/2).

Jika harga terlalu murah, lanjut dia, petani akan kesulitan menutup biaya produksinya. Untuk itu, perlu menjaga keseimbangan agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak. Sedangkan masyarakat bisa membeli bahan pangan dengan harga wajar.

Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas pangan utama, seperti bawang putih dan daging sapi. Pemerintah, terus berupaya meningkatkan produksi dalam negeri agar ketergantungan pada impor dapat dikurangi.

Saat ini pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Ini termasuk memastikan tahun sekarang tidak mengimpor beras dan meningkatkan produksi jagung untuk pakan ternak.

Lebih jauh Maino, mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk turut serta dalam menjaga stabilitas pangan nasional. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.