- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Mendukung Upaya T...
Tiongkok Mendukung Upaya Trump dan Putin Selesaikan Krisis Ukraina
Sabtu, 15 Feb 2025, 01:20 WIBBEIJING- Pemerintah Tiongkok menyatakan dukungannnya pada semua upaya penyelesaian krisis Ukraina termasuk tindakan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Russia Vladimir Putin.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun dalam pernyataannya di Beijing, Jumat (14/2) mengatakan untuk krisis Ukraina, Tiongkok percaya bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak dari krisis.
âTiongkok mendukung semua upaya yang mendukung penyelesaian krisis secara damai,â kata Jiakun seperti dikutip dari Antara.
Sebelumnya, dalam percakapan telepon pada Rabu (12/2), Presiden Donald Trump mengatakan ia dan Presiden Russia Vladimir Putin sepakat untuk menghentikan perang di Ukraina.
Trump mengatakan dalam platform media sosialnya, Truth Social, bahwa dia dan Putin âsepakat untuk bekerja sama, sangat erat, termasuk saling mengunjungi negara masing-masing. Kami juga sepakat agar tim kami masing-masing segera memulai negosiasi, dan kami akan mulai dengan menelepon Presiden (Volodymyr) Zelenskyy dari Ukraina, untuk memberi tahu dia tentang percakapan ituâ.
âRussia dan AS merupakan negara besar yang berpengaruh. Tiongkok senang melihat peningkatan komunikasi dan dialog antara Russia dan AS mengenai sejumlah isu internasional,â kata Jiakun dalam konferensi persnya di Beijing, Kamis (13/2).
Tiongkok tegas Jiakun juga berkomitmen mempromosikan penerapan perundingan demi perdamaian serta terus menjaga komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan penyelesaian politik atas krisis Ukraina.
âSehari setelah pecahnya konflik, Presiden Xi Jinping mengusulkan untuk menemukan penyelesaian politik melalui dialog,â ungkap Jiakun.
Dalam situasi seperti saat ini, semua pihak kata Jiakun harus tetap tenang, menahan diri, dan menghindari tindakan apa pun yang dapat memperluas atau memperumit krisis.
âKami mengimbau pihak-pihak terkait untuk membangun arsitektur keamanan Eropa yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan melalui dialog dan konsultasi, serta menemukan solusi yang benar-benar kondusif bagi keamanan jangka panjang di Eropa,â kata Jiakun.
Keanggotaan Ukraina di NATO
Terkait dengan upaya pembicaraan krisis Ukraina, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz dan utusan khususnya Steve Witkoff ditunjuk Trump untuk memimpin negosiasi dengan Russia dan Ukraina.
Witkoff dilaporkan telah berbicara dengan sekutu dekat Presiden Russia Vladimir Putin sebelum perjalanannya ke negara itu.
Trump juga menegaskan kembali klaimnya bahwa perang Russia-Ukraina tidak akan pernah dimulai jika dia menjabat presiden AS kala itu.
Dia juga berterima kasih kepada Putin atas pembebasan Marc Fogel, warga negara Amerika yang berada di balik jeruji besi Russia sejak 2021, dan kemudian dibebaskan oleh Moskow pada Selasa (11/2).
Sebelumnya Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa keanggotaan Ukraina di NATO bukanlah hasil yang layak dari setiap potensi negosiasi dengan Russia.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Warga Perlu Didorong Ramai-ramai Membuat Biopori Guna Kurangi Dampak Banjir
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Soal Larangan Vape, Komisi IX DPR Nilai Perlu Dipertimbangkan Serius Demi Lindungi Generasi Muda
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.