Agar Industri Beralih ke Energi Hijau, Kemenperin Bakal Terbitkan Green Loan

Kamis, 13 Feb 2025, 17:37 WIB

JAKARTA-Di tengah sulitnya sektor industri mencari pendanaan untuk biaya transisi ke energi hijau, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan skema pendanaan baru. Skema pendanaan ini dengan memberikan pinjaman melalui kebijakan green loan. 

Diharapkan melalui skema ini banyak industri yang terbantukan sehingga mempercepat transisi sektor industri. Dengan itu dekarbonisasi sektor industri semakin dipercepat.

Ket. Foto: Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha di sela sela acara Carbon Neutrality (CN) Mobility Event di Gambir Expo, Kamis (13/2) — Sumber: istimewa

Keseriusan Kemenperin ini berangkat dari anggapan bahwa transformasi menuju industri hijau bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan.

Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Apit Pria Nugraha mengatakan, green loan nantinya diterbitkan dengan bunga yang murah, di bawah rate yang ditetapkan oleh perbankan atau lembaga pembiayaan lainnya.

"Kami sedang membangun namanya ekosistem industri hijau. Sebetulnya ini adalah, esensinya adalah kita ingin memobilisasi. Kami banyak yang menawarkan green funding. Green loan, pinjaman loh. Tapi cost of fund-nya itu jauh di bawah conventional rate," ujar Apit dalam acara Carbon Neutrality (CN) Mobility Event di Gambir Expo, Kamis (13/2).

Apit menuturkan, saat ini banyak industri yang ingin beralih ke energi hijau, namun terkendala di pembiayaan. Hal itu mendorong Kemenperin untuk memberikan fasilitas kepada para pelaku usaha tersebut.

Pihaknya sedang menyusun kriteria yang memungkinkan untuk mendapatkan pembiayaan. Sebab, ia tak ingin pinjaman yang disalurkan malah digunakan untuk tujuan yang berbeda dari yang diharapkan pemerintah.

"Inilah yang sedang kami susun, membangun mekanismenya, bisnis modelnya, supaya uang itu bisa digunakan untuk membiayai dekarbonisasi sektor industri. Jadi Bapak-Ibu mau pasang solar panel, dibayarin dulu pake green loan,"ucapnya.

Apit menjelaskan bahwa pinjaman yang diberikan ke pelaku usaha bukan berasal dari APBN, melainkan dari lembaga keuangan internasional seperti World Bank hingga International Monetary Fund (IMF). Saat ini sudah ada banyak pengajuan dana untuk membiayai peralihan energi.

"Kita sedang menyiapkan mekanismenya. Duitnya mah ada nih yang nawarin. Berbagai lembaga donor, multilateral development bank, seperti World Bank, ADB segala macem itu banyak yang menawarkan.

Menyediakan fasilitas pembiayaan hijau. Masalahnya mereka itu tidak serta-merta bisa digunakan oleh sektor industri," kata dia.

Setidaknya kata dia, saat ini sudah ada penawaran pendanaan sebesar 290 juta dollar AS dari kerjasama World Bank dan ADB. Dana ini bisa dieksekusi dan ditindak lanjuti apabila sudah ada aturan dari pemerintah yang saat ini tengah disusun.

"Kemarin itu dari World Bank, dan bekerja sama dengan ADB, kami ditawarkan minimal 290 juta dollar AS. Dan ini juga kami diskusi juga dengan kementerian keuangan, karena endorsementnya harus dari BKF. Kami jelaskan rencana kami akan seperti apa, mereka setuju," terangnya.

Tak hanya itu lanjutnya, ada banyak juga penawaran pinjaman untuk mendorong energi hijau yang masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah. "Beberapa multilateral bank lain juga sudah menawarkan, lembaga-lembaga lain, tapi belum keluar angka," imbuhnya.

Nantinya, aturan pemberian green loan ini akan dikeluarkan dalam bentuk PerMenperin. Diharapkan bisa segera selesai di tahun ini dan setelahnya langsung diimplementasikan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.