Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Diam! Pemda Harus Bergerak Cegah Penimbunan Elpiji Subsidi

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jangan Diam! Pemda Harus Bergerak Cegah Penimbunan Elpiji Subsidi Doc: antara
Ket. Pemda Harus Proaktif Cegah Penimbunan Elpiji Subsidi

JAKARTA – Pemerintah daerah (pemda) berperan penting dalam tata kelola dan kelancaran proses distribusi gas (LPG) 3 kilogram (kg). Karena itu, DPR RI mendesak pemda proaktif dalam mengkoordinasikan agen dan distributor di wilayahnya masing-masing.

“Termasuk memastikan ketersediaan stok dan harga. Selain agar mencegah penimbunan dan kelangkaan yang merugikan masyarakat," ujar Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan di Jakarta, Selasa (11/2).

Ahmad menambahkan pihaknya berharap ada koordinasi lebih baik antara pemda, agen,dan distributor. Karenanya, pemda ikut berperan dan membantu agar data masyarakat penerima dan pengguna elpiji 3 kg merupakan data yang terbaru (update) dan akurat. Sekaligus ikut aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan elpiji 3 kg yang sejatinya untuk masyarakat yang berhak saja sehingga tidak ada penyalahgunaan di dalamnya.

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini meyakini transformasi kebijakan energi dan subsidi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan menghasilkan kebijakan yang pro terhadap rakyat. Selain itu, transformasi tersebut lebih memudahkan akses dan harga lebih murah karena ke depan subsidi yang dikeluarkan negara tepat sasaran.

Adapun DPR baru saja melalukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Sodikun dan sub-pangkalan di Jakarta Barat, Senin (10/2).

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya memastikan ketersediaan stok gas elpiji aman hingga tiga bulan ke depan, serta distribusi elpiji 3 kg berjalan lancar hingga ke tingkat subpangkalan. Dia menyebutkan, meskipun sebelumnya sempat terjadi kendala, kondisi di sejumlah daerah pemilihan (dapil) anggota DPR RI kini telah kembali normal.

“Kami telah melakukan pengecekan di dapil masing-masing. Misalnya, saya di Pangkalpinang, sementara rekan-rekan memantau di Jambi, Sumatera Barat, Papua, Sumatera Selatan, NTT, dan Sulawesi Utara. Hasilnya, ketersediaan dan distribusi gas LPG 3 kg sudah aman. Karena itu, mari kita sebarkan berita baik ini dan yakinkan masyarakat agar tidak terjadi panic buying,” jelas Bambang saat memimpin tim Komisi XII DPR RI sidak tersebut.

Harga Jual

Dia menegaskan pasokan dan distribusi gas elpiji 3 kg tertata dengan baik. Dia juga menekankan pentingnya memastikan subsidi elpiji 3 kg tepat sasaran dan harga jualnya sesuai dengan ketetapan pemerintah.

"Saya pikir, hal ini membutuhkan waktu untuk penyesuaian. Kami meminta Pertamina Patra Niaga untuk terus melakukan sosialisasi dan merangkul pengecer dari berbagai pangkalan. Kami juga telah menanyakan langsung kepada pihak pangkalan, dan mereka menyatakan tidak ada kendala dalam proses pendaftarannya. Dengan sistem ini, harga dapat dikontrol dan margin keuntungan tetap jelas, sehingga semua pihak dalam rantai distribusi merasa adil. Yang terpenting, masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang optimal karena ini adalah barang subsidi yang harus dijaga," papar Bambang.

Setelah mengunjungi SPBE, rombongan melanjutkan inspeksi ke pangkalan dan sub-pangkalan untuk memastikan kelancaran distribusi di tingkat hilir. “Kami melakukan pengecekan, dan tabung elpiji 3 kg yang tersegel memiliki berat total lebih dari 8 kg. Saat kosong, tabungnya berbobot 5 kg, sehingga isinya sesuai dengan ketentuan, yakni 3 kg. Harga jual di pangkalan pun sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni 16.000 rupiah per tabung. Jadi, kehadiran Komisi XII DPR RI bersama Pertamina hari ini untuk memastikan bahwa pasokan elpiji 3 kg tidak mengalami masalah. Kami ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok mencukupi,” tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.