Realisasi Investasi Bekasi Tertinggi di Jabar

Senin, 10 Feb 2025, 03:45 WIB

BEKASI – Wilayah Kabupaten Bekasi dinilai masih menarik untuk menanamkan modal. Hal itu terbukti sepanjang tahun 2024 realisasi investasinya mencapai 71,8 triliun. Ini merupakan rasio 28,6 persen dari total penanaman modal Jawa Barat. Angka tersebut sekaligus melampaui target yang ditetapkan pemerintah provinsi senilai 64 triliun.

“Kita masih tertinggi, di atas Karawang dan kabupaten atau kota lain Jawa Barat. Kabupaten Bekasi masih menjadi tujuan primadona investor,” kata Penjabat Bupati Bekasi Dedy Supriyadi di Cikarang, Jabar, Sabtu.

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi — Sumber: Diskominfosantik Kabupaten Bekasi

Ia menyatakan pencapaian tersebut membuktikan kepercayaan tinggi investor terhadap Kabupaten Bekasi sebagai tujuan investasi yang kondusif sekaligus menguntungkan. Iklim kondusif ini pun tergambar dari tren peningkatan investasi dalam kurun lima tahun terakhir. Datanya dari tahun 2020 ke 2023 adalah 37,32 triliun, 43,2 triliun,47 triliun, dan 61,2 triliun.

Dedy memastikan pemerintah daerah terus berupaya menjaga iklim investasi semakin kondusif. Salah satunya dengan mengesahkan peraturan daerah berkaitan pemberian insentif.

“Aturan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus kemudahan bagi investor dalam menanamkan modal,” ucapnya. Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi Juanda Rahmat menyebutkan investasi 2024 didominasi penanaman modal asing dengan kontribusi 50,62 triliun. Ini setara 70,47 persen. Sedangkan penanaman modal dalam negeri menyumbang 21,21 triliun atau 29,53 persen.

Singapura menjadi negara penyumbang investasi terbesar sepanjang tahun lalu dengan nilai 13,34 triliun. Kemudian diikuti Jepang 12,46 triliun, Belanda 4,63 triliun, dan Korea Selatan 4,34 triliun. Sektor usaha penyumbang investasi terbesar berasal dari jasa lainnya senilai 15,57 triliun, industri logam mesin dan elektronika 9,9 triliun. Selanjutnya, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi 7,79 triliun. Sedangkan transportasi, gudang, dan telekomunikasi 6 triliun.

Realisasi investasi ini juga menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah penyerap tenaga kerja tertinggi Jawa Barat mencapai 63.148 pekerja. Rinciannya, 35.137 orang bekerja di perusahaan PMDN dan 28.011 pekerja PMA.

Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi menyerap tenaga kerja terbesar 9.000 pekerja. Kemudian diikuti industri logam mesin dan elektronika 8.000 pekerja. Selanjutnya, perdagangan, reparasi, industri mineral nonlogam hingga sektor jasa lainnya, masing-masing mempekerjakan 6.000 pekerja. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.