Gerak Cepat, Jepang Buat UU untuk Kurangi Bahaya dan Risiko yang Ditimbulkan AI

Jumat, 31 Jan 2025, 18:52 WIB

ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba, menyatakan pihaknya akan berupaya membuat undang-undang untuk "meminimalkan bahaya dan risiko" yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI), menyusul lonjakan popularitas chatbot baru dari perusahaan rintisan China, DeepSeek, yang mengguncang dunia teknologi.

Ishiba memberi tahu para anggota parlemen bahwa penggunaan AI sangat penting untuk mengatasi tantangan seperti rendahnya produktivitas yang dihadapi Jepang., lapor Kyodo News.

Ket. Foto: Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba — Sumber: istimewa

"Kita perlu menyusun rencana dasar tentang bagaimana kita dapat mendorong penelitian dan pengembangan serta penggunaan AI dengan cara yang aman dan terjamin," ujarnya, Jumat (31/1).

Namun, dia menambahkan: "Tantangan mendesak kita adalah mengajukan undang-undang yang akan memaksimalkan kemudahan AI dan meminimalkan bahaya dan risiko yang terkait dengan penggunaannya."

Khususnya, Ishiba membutuhkan dukungan dari partai oposisi di majelis rendah parlemen agar rancangan undang-undang terkait AI dapat disahkan, karena koalisi partainya, Partai Demokrat Liberal-Komeito, tidak memiliki dukungan minimal 233 anggota parlemen.

DeepSeek, yang menyebabkan aksi jual besar-besaran di sektor teknologi global pekan ini, dikabarkan telah menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di AS.

Para investor terkejut melihat bagaimana alat AI generatif berbiaya rendah dan berbasis open-source ini mampu bersaing dengan aplikasi AI terkemuka seperti ChatGPT dari OpenAI.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kebangkitan mendadak DeepSeek seharusnya menjadi "peringatan" bagi perusahaan teknologi Amerika.

Para pejabat AS telah menyatakan kekhawatiran bahwa aplikasi China tersebut dapat menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional.

Didukung oleh dana perlindungan (hedge fund) China, High-Flyer, DeepSeek meluncurkan model bahasa besar (LLM) DeepSeek-R1 pada 20 Januari.

Sementara itu, media pemerintah China melaporkan bahwa serangan siber terhadap DeepSeek meningkat pada Kamis (30/1), dengan mayoritas serangan berasal dari alamat IP di Amerika Serikat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.