Indonesia-Malaysia Sepakat Selesaikan Masalah Tenaga Kerja
Selasa, 28 Jan 2025, 13:55 WIBJAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah bilateral, termasuk masalah tenaga kerja Indonesia.
Menurut Sekretariat Presiden, kesepakatan tersebut dicapai pada Senin (27/1) saat Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan PM Anwar Ibrahim di Menara Kembar Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia.
"Kita akan selesaikan masalah bilateral. Kita juga sepakat untuk membereskan masalah tenaga kerja. Kita sepakat untuk meningkatkan kerja sama di semua sektor," kata Presiden.
Ia menekankan bahwa pembahasan dalam pertemuan tersebut juga mencakup minyak kelapa sawit, karena kedua negara merupakan produsen utama di dunia, yang menyumbang sekitar 80 persen produksi minyak kelapa sawit.
"Indonesia dan Malaysia juga merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar, (bersama-sama memproduksi) sekitar 80 persen (minyak kelapa sawit dunia). Minyak kelapa sawit merupakan komoditas penting. Dari setiap negara yang (pernah) saya kunjungi, mereka selalu menyampaikan kebutuhan (untuk) minyak kelapa sawit, (termasuk negara-negara) seperti Mesir, India, dan Pakistan," katanya.
Prabowo menegaskan komitmen bersama kedua negara untuk memperkuat kolaborasi dalam industri kelapa sawit.
Baru-baru ini, Indonesia dan Malaysia berhasil menggugat gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait biofuel berbasis minyak kelapa sawit terhadap Uni Eropa (UE).
Kedua pemimpin juga berunding untuk mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara, mendorong persatuan yang lebih besar di antara negara-negara ASEAN, dan mempersiapkan konsultasi tahunan mengenai kepemimpinan Malaysia di ASEAN pada tahun 2025.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Malaysia adalah untuk adalah memenuhi undangan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong ke-17, Sultan Ibrahim.
Setibanya di sana, Presiden Prabowo disambut dengan upacara penghormatan di Lapangan Parade Istana Negara, yang diawali dengan lagu kebangsaan kedua negara, diikuti dengan penghormatan senjata sebanyak 21 kali.
Setelah upacara, Presiden Prabowo bertemu dengan Sultan Ibrahim dan dianugerahi dengan penghargaan Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati I (The Most Esteemed Order of the Johor Royal I).Â
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menekraf: Pers Fondasi Strategis dan Mitra Dalam Penguatan Kedaulatan Ekosistem Ekraf
-
Tim SAR Evakuasi Nelayan Terdampar di Perairan Manokwari–Oransbari
-
Kristen Bell Bakal Jadi Host Ajang Penghargaan Actor Awards Ketiga Kalinya
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
RI dan Malaysia Sepakat Dorong Riset Pangan, Energi Hijau hingga AI
-
Zulhas Dorong Percepatan Teknologi Sampah untuk Tangani Kondisi Darurat Nasional
-
Siraman Rohani Cara Menghargai Agama dan Menghormati Perbedaan di Masjid IKN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.