IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi RI
Selasa, 28 Jan 2025, 13:10 WIBJAKARTA - Dana Monter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 5,1 persen. Tahun depan, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stagnan di 5,1 persen (yoy).
Angka itu masih sama dengan proyeksi IMF periode Oktober 2024, sebagaimana laporan World Economic Outlook (WEO) Update Januari 2025, yang dikutip di Jakarta, Senin (27/1).
âEkonomi Indonesia tumbuh 5 persen (yoy) sepanjang 2024 atau berbeda 0,5 poin dibandingkan capaian 2023 yang 5,05 persen (yoy),â tulis IMF.
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2024 baru akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Februari 2025.
Dari regional Asia, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan, namun lebih rendah dibandingkan proyeksi IMF periode Oktober 2024.
Dari Tiongkok, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu itu sebesar 4,6 persen (yoy) pada 2025, atau terdapat revisi ke atas 0,1 poin dibandingkan proyeksi IMF pada Oktober 2024 yang sebesar 4,5 persen (yoy).
Untuk India, proyeksi IMF masih tetap sama dibandingkan proyeksi periode Oktober 2024 yaitu tumbuh sebesar 6,5 persen (yoy) pada 2025 dan 6,5 persen (yoy) pada 2026.
Dari kawasan Eropa, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan meningkat secara bertahap dengan ketegangan geopolitik tetap akan menjadi sentimen utama. Pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa diproyeksikan berada di level 1,0 persen (yoy) pada 2025, atau turun 0,2 poin dibandingkan proyeksi IMF periode Oktober 2024 yang tumbuh 1,2 persen (yoy).
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
El Nino Ancam Produksi Pangan, Pengelolaan Air dan Perlindungan Petani Perlu Diperkuat
-
Ahmad Muzani: Presiden Prabowo Prihatin Atas Banyaknya Kepala Daerah Terjebak Korupsi
-
Jepang Buka Peluang Kerja Sama Baru dengan Indonesia dalam Tiga Bidang
-
Akhir Pekan, "Jakarta Batavia" Layak untuk Dijelahi dengan Bus Atap Terbuka
-
Guru Besar UI Soroti Laporan ADBI: Tantangan RI Bukan Kurang Tumbuh, Tapi Tak Produktif
-
Lapangan usaha dorong pertumbuhan ekonomi
-
PKB: Etnis Tionghoa Jadi Arsitek Utama Pembangunan Republik Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.