Oktober 2026, Pemerintah Kota Jambi Siapkan Pengaliran 15.000 Sambungan Jargas

Senin, 05 Okt 2026, 14:47 WIB

Kota Jambi – Pemerintah Kota Jambi menyiapkan pengaliran jaringan gas (jargas) untuk 15.000 Sambungan Rumah (SR) baru yang ditargetkan mulai dialiri gas pada Oktober 2026.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kota Jambi, Hendra Saputra, di Jambi, Senin (05/10), mengatakan pengaliran jargas tersebut secara resmi sesuai dengan rencana awal kontraktor yang menargetkan siap pada Oktober.

Ket. Foto: Masyarakat mengantre untuk menerima bantuan kompor gas gratis sebagai bagian dari program pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Jambi, Senin (5/10/2026). — Sumber: ANTARA

"Saat ini masih dalam proses tahap penyelesaian (finishing) and commissioning atau uji coba," katanya.

Ia mengatakan proses commissioning dilakukan secara bertahap pada setiap Metering Regulating Station (MRS) untuk memastikan jaringan yang telah dibangun dalam kondisi aman sebelum dialiri gas.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran pada jaringan, mulai dari pipa induk hingga sambungan rumah.

Pemeriksaan itu menjadi tahapan penting untuk memastikan jaringan siap digunakan masyarakat.

Hendra mengatakan pembangunan jargas pada tahun ini masih difokuskan di lima kelurahan yang menjadi lokasi bantuan pemerintah pusat.

Kelima wilayah tersebut yakni Kelurahan Simpang Rimbo, Rawasari, dan Beliung di Kecamatan Alam Barajo, serta Kelurahan Paal V dan Suka Karya di Kecamatan Kota Baru.

Pihaknya masih menunggu hasil survei dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengembangan jargas pada tahap ke depan.

Hasil survei tersebut akan dibahas nanti bersama Pemerintah Kota Jambi untuk menentukan wilayah yang menjadi prioritas.

"Tingginya minat masyarakat terhadap jargas perlu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang sesuai kondisi wilayah," kata dia.

Pemerintah kota setempat tetap mendorong pemerataan akses jargas, namun pembangunan jaringan perpipaan harus mempertimbangkan sejumlah aspek teknis, seperti titik akhir jaringan yang telah terbangun, kepadatan penduduk, struktur masyarakat, dan kondisi wilayah.

"Kita tentu berharap pemerataan di semua wilayah," kata Hendra.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.