Mentan Amran Naikkan “Speed” Kinerja Kementan Jadi 200 demi Kejar Swasembada Pangan

Senin, 05 Okt 2026, 14:29 WIB

Jakarta- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan kinerja Kementerian Pertanian bersama Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa untuk mempercepat swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Beliau itu Kopassus. Jadi, kalau sebelumnya speed-nya 150, sekarang menjadi 200. Kita harus lebih cepat lagi, sesuai perintah Bapak Presiden,” kata Mentan di Jakarta, Senin (5/10).

Ket. Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah), Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa (kiri), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kanan) di Jakarta, Senin (5/10). — Sumber: Antara

Mentan menyambut Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).

Amran menegaskan, kehadiran Wamentan yang berlatar belakang Kopassus diharapkan semakin mempercepat pelaksanaan program strategis pertanian sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Mentan secara khusus menekankan peningkatan kecepatan kerja di lingkungan Kementan. Jika sebelumnya kecepatan kerja ditargetkan pada level 150, kini harus meningkat menjadi 200, sejalan dengan perintah Presiden untuk mempercepat pelaksanaan program dan pencapaian target pembangunan pertanian.

Menurut dia, tantangan sektor pertanian membutuhkan kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Karena itu, seluruh jajaran Kementan diminta menjaga ritme kerja, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap program berjalan cepat dan berkelanjutan.

Mentan optimistis kehadiran Muhammad Saleh Mustafa dapat memperkuat konsolidasi internal dan mendorong percepatan program strategis, terutama dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami yakin pertanian akan lebih maju ke depan. Kita harus bekerja bersama, mempercepat program, dan memastikan keberlanjutannya. Kita ingin meninggalkan legacy yang baik bagi pertanian Indonesia,” katanya.

Mentan juga mengingatkan seluruh jajaran Kementan agar menjaga semangat pengabdian dan solidaritas.

Ia menegaskan, kedisiplinan dan tuntutan kerja tinggi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap pegawai, termasuk memastikan ASN yang sakit memperoleh perhatian sesuai ketentuan.

Tantangan Pangan

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menegaskan tanggung jawab tersebut bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga menyangkut seluruh keluarga besar Kementan dan para petani Indonesia.

“Sejatinya, amanah itu datangnya dari Allah SWT. Karena itu, saya dan keluarga mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri, serta seluruh keluarga besar Kementerian Pertanian,” ujar Wamentan.

Wamentan mengungkapkan, pengalamannya saat bertugas sebagai Komandan Korem telah memberinya pemahaman mengenai kompleksitas tantangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, termasuk persoalan penyerapan gabah dan tata niaga hasil pertanian.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan komitmennya untuk ikut membenahi berbagai persoalan di lapangan dan memastikan pembangunan pertanian memberikan manfaat nyata bagi petani.

Menurut Wamentan, tantangan yang dihadapi sektor pertanian harus dijawab melalui kerja bersama, pemanfaatan teknologi, peningkatan kesejahteraan petani, serta optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia.

“Kalau kata Bapak Presiden, impossible menjadi possible. Sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, melalui ikhtiar dan kerja bersama, insya Allah bisa menjadi mungkin,” katanya.

Wamentan menegaskan kesiapannya untuk mendukung agenda pembangunan pertanian nasional, termasuk memperkuat teknologi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkokoh kedaulatan pangan.

  • Program Swasembada Pangan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.