- Home
-
- Luar Negeri
-
- Antisipasi Perkembangan Ke...
Antisipasi Perkembangan Kecerdasan Buatan, Google Dorong Mendidik Pekerja dan Anggota Parlemen tentang AI
Selasa, 28 Jan 2025, 01:00 WIBSAN FRANCISCO - Google Alphabet, yang sudah menghadapi serangan regulasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, berupaya membentuk persepsi dan kebijakan publik tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjelang gelombang regulasi AI global.
Dikutip dari The Straits Times, prioritas utama, kata seorang eksekutif, adalah membangun program pendidikan untuk melatih tenaga kerja tentang AI.
âMembuat lebih banyak orang dan organisasi, termasuk pemerintah, terbiasa dengan AI dan menggunakan perangkat AI, menghasilkan kebijakan AI yang lebih baik dan membuka peluang baru â ini adalah siklus yang baik,â kata Kent Walker, presiden urusan global Alphabet, baru-baru ini.
Saat Google berlomba untuk mengalahkan para pesaing Big Tech lainnya, termasuk OpenAI yang didukung Microsoft dan Meta di bidang AI, Google menyadari pengawasan regulasi ketat yang dihadapinya dalam bisnis yang ada di bidang periklanan dan pencarian.
Di Uni Eropa, Google telah menawarkan untuk menjual sebagian bisnis teknologi iklannya untuk menenangkan regulator.
Di Amerika Serikat, Departemen Kehakiman atau Department of Justice (DOJ) berupaya memaksakan pembubaran peramban web Chrome â meskipun hal itu mungkin akan berubah arah di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Sementara itu, pemerintah di seluruh dunia tengah menyusun peraturan baru tentang berbagai isu yang dapat diperburuk oleh AI, seperti hak cipta dan privasi. Undang-Undang AI Uni Eropa, yang berupaya menilai risiko dan mewajibkan pengungkapan dari sistem AI untuk keperluan umum, telah mendapat penolakan dari para raksasa teknologi yang dapat menghadapi denda miliaran dolar.
DOJ berupaya membatasi kemajuan Google dalam bidang AI sebagai solusi dalam kasus federal yang menyatakan bisnis pencariannya merupakan monopoli ilegal.
Para eksekutif Google melihat peluang untuk membentuk narasi seputar teknologi yang telah memicu ketakutan akan hilangnya pekerjaan massal.
Pendididikan AI
Kepala eksekutif Sundar Pichai mengumumkan pada September 2024 dana investasi sebesar 120 juta dollar AS untuk membangun program pendidikan AI. Para deputi termasuk Walker dan presiden dan kepala investasi, Ruth Porat, semakin sering bepergian ke seluruh dunia untuk membahas rekomendasi kebijakan dengan pemerintah.
"Ada banyak keuntungan dalam hal membantu orang-orang yang mungkin terlantar akibat hal ini. Kami ingin fokus pada hal itu," kata Walker.Â
Upaya yang dilakukan termasuk memperluas grow with Google, sebuah program gabungan daring dan tatap muka yang menyediakan alat pelatihan bagi para pebisnis dan mengajarkan keterampilan kepada para pekerja seperti analisis data atau dukungan TI yang dimaksudkan untuk memperluas prospek karier mereka di bidang teknis.
Kepala program Lisa Gevelber mengatakan pada Desember 2024, perusahaan tersebut mengatakan satu juta orang telah memperoleh sertifikat untuk program tersebut. Perusahaan tersebut menambahkan kursus khusus yang terkait dengan AI, seperti kursus yang ditujukan untuk guru.
Menurur Walker, kursus saja tidak cukup untuk mempersiapkan pekerja. âYang terpenting adalah apakah Anda memiliki semacam tujuan yang ingin dicapai orang-orang, seperti kredensial yang dapat digunakan orang untuk melamar pekerjaan.â
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Atlet Arung Jeram Asal OKU Selatan Mewakili Indonesia di Ajang WRC Malaysia
-
Peningkatan penumpang Whoosh saat libur Natal dan Tahun Baru
-
Polda Sulawesi Utara Siagakan 1.034 Personel saat Natal dan Tahun Baru 2026
-
Dari Pagi hingga Senja: SAR Jambi Sisir Batanghari, Cari Lansia yang Hilang
-
PLN Jamin Pasokan Listrik di 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Bencana Sumatra
-
McDonald's Belanda Menghapus Iklan AI setelah Panen Kecaman
-
Perluas Kerajaan AI, Nvidia Rekrut Pimpinan Groq
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.