Polresta turunkan 100 personel amankan tawuran warga di Kendari

Jumat, 24 Jan 2025, 22:20 WIB

Kendari, 24/1  - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari menurunkan sekitar 100 personel kepolisian untuk mengamankan tawuran antarkelompok masyarakat di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)

Wakil Kepala Polresta Kendari AKBP Moch. Yosa Hadi saat ditemui di Kendari, Jumat malam, mengatakan bahwa dalam pengamanan tawuran antarkelompok masyarakat tersebut pihaknya menurunkan sekitar 100 personel dari satuan kerja (Satker) Samapta, Reskrim, dan Intelkam.

Ket. Foto: Petugas kepolisian yang mengamankan para pihak yang bertikai di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Jumat (24/1/2025). — Sumber: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

“100 lebih dari Polsek jajaran dan Polresta Kendari,” kata Yosa.

Dia menyebutkan saat ini pihaknya tengah mengamankan kedua belah pihak yang bertikai untuk dicarikan jalan agar bisa berdamai.

“Kami komunikasikan dan mediasi di antara kedua belah pihak diupayakan untuk mediasi dan dikembalikan ke ranah yang berwenang,” ujarnya.

Yosa mengungkapkan pihaknya bersyukur tidak ada korban dari antara kedua belah pihak kelompok masyarakat yang bertikai itu.

“Kami imbau supaya main hakim sendiri yang nantinya akan merugikan kedua belah pihak,” ujarnya.

Pantauan ANTARA, hingga malam hari ini para petugas kepolisian masih berupaya untuk memediasi kedua belah pihak yang terlibat tawuran.

Sebelumnya, konflik antarwarga tersebut bermula karena protes terhadap persoalan banjir yang disebabkan oleh pengembang salah satu perumahan di Jalan Hurami, Kelurahan Punggolaka.

"Dari atas (Jalan Hurami) airnya mengalir ke seberang jalan di lorong. Mereka protes di depan lorong (tepat di Jalan Pattimura)," katanya.

Tidak terima disebut-sebut sebagai penyebab banjir, kata dia, warga yang bermukim di Jalan Hurami kemudian keluar ke depan jalan dan tawuran pun terjadi.

Mereka "keluar, langsung kacau," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa saat tawuran terjadi, terlihat sejumlah warga yang bertikai membawa sejumlah senjata tajam jenis parang dan tombak.

"Ada yang bawa parang tadi dengan tombak," ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.