Cegah Jatuh Korban, Warga Diimbau untuk Mewaspadai Erupsi Gunung Lewotobi

Jumat, 24 Jan 2025, 00:26 WIB

Labuan Bajo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di zona radius bahaya Gunung Lewotobi Laki-laki yang direkomendasikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Sehingga seluruh masyarakat dilarang untuk beraktivitas, beraktivitas saja tidak boleh apalagi berdiam di radius itu, dan larangan itu khusus untuk enam desa yakni Desa Nobo, Dulipali, Klatanlo, Hokeng Jaya, dua dusun di Desa Boru, dan Desa Nawakote," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flores Timur Petrus Pedo Maran yang dihubungi dari Labuan Bajo, Kamis.

Ket. Foto: Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur (NTT). — Sumber: ANTARA/Gecio Viana

Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi sejumlah penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada siang hari yang masih melakukan aktivitas pertanian dan peternakan di radius bahaya Gunung Lewotobi Laki-laki.

Saat ini status gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada status level III atau siaga, sehingga masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral Barat Daya - Utara - Timur Laut sejauh enam Km.

"Sehingga, bukan memberikan keleluasaan tapi selalu memberikan kontrol dan juga perhatian melalui kepala desa dan kelompok siaga bencana di masing-masing desa untuk boleh beraktivitas tapi tidak boleh berdiam dan harus betul-betul memperhatikan seluruh peringatan pemerintah daerah melalui pemerintah desa dan kelompok siaga bencana," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera mengevakuasi diri secara mandiri ke lokasi yang aman jika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.

"Sesungguhnya itu satu situasi yang tidak bisa diizinkan karena hanya mempertimbangkan aktivitas perekonomian masyarakat, jadi ada kondisi yang memang harus dipertimbangkan juga dari aspek kebutuhan masyarakatnya," katanya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan untuk mencegah penyintas erupsi Gunung Lewotobi bermalam di desa yang masuk dalam radius bahaya, Pemkab Flores Timur telah berkoordinasi dengan pihak PLN agar dilakukan pemadaman listrik pada malam hari.

"Kami akhirnya berkoordinasi dengan PLN agar enam desa itu setiap malam listriknya harus dipadamkan untuk mencegah jangan sampai ada masyarakat yang berdiam atau bermalam di desanya," katanya.

Sementara itu, Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pada Kamis (23/1) Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi sebanyak tiga kali. Ketiga erupsi itu terjadi pada pukul 01.03 WITA, pukul 01.24 Wita, dan pukul 01.49 WITA.

Pada erupsi pertama kolom abu teramati berada kurang lebih pada 800 m di atas puncak atau sekitar 2.384 mdpl. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat daya.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 13 detik.

Selanjutnya, pada erupsi kedua kolom abu teramati berada kurang lebih pada 500 m di atas puncak atau sekitar 2.084 mdpl. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis condong ke arah selatan dan barat daya.

Dalam keterangan itu, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm dan durasi kurang lebih 3 menit 8 detik.

Pada erupsi ketiga kolom abu teramati berada kurang lebih pada 700 m di atas puncak atau sekitar 2.284 mdpl. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah selatan dan barat daya.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 22 detik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.