Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Bisa Cepat Entaskan Kemiskinan, Lulusan Sekolah Rakyat Diharapkan Jadi Agen Perubahan

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 03:06 WIB | Oleh:
Semoga Bisa Cepat Entaskan Kemiskinan, Lulusan Sekolah Rakyat Diharapkan Jadi Agen Perubahan Doc: Antara

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah akan mengganti sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

1737386140_387eb4391e10e2659613.jpg

“Sekedar bocoran nanti kata-kata zonasi tadak ada lagi,” ujar Mu’ti, usai melantik pejabat di lingkungan Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/1).

Dia masih merahasiakan skema pengganti zonasi dalam PPDB. Kepastian tentang skema zonasi akan disampaikan ketika aturan sudah ditetapkan presiden.

“Diganti dengan kata lain, kata laiannya apa, tunggu sampai keluar (aturan),” jelasnya.

Sebagai informasi, sistem zonasi dalam PPDB sudah berjalan sejak tahun 2017 dengan berbagai penyesuaian. Sistem tersebut memberikan kemudahan bagi anak untuk diterima di sekolah yang dekat dengan rumah.

Secara terpisah, Pakar sosiologi pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Tuti Budirahayu, mengungkapkan, persoalan mendasar dari sistem zonasi berakar pada ketimpangan kualitas dan distribusi sekolah di Indonesia. Selama ini, kualitas sekolah seringkali ditentukan oleh kemampuan dan harapan kelompok masyarakat.

“Anak-anak dari sekolah dengan fasilitas seadanya tidak dituntut mencapai prestasi akademik tinggi, sementara sekolah unggulan menjadi eksklusif bagi kelompok tertentu,” katanya.

Munculkan Polemik

Dia mengakui, pelaksanaan PPDB Zonasi sering memunculkan polemik. Meski begitu, lanjut dia, alih-alih menghentikan sistem zonasi, pemerintah perlu memperkuat kebijakan ini dengan fokus pada pemerataan kualitas sekolah.

“Negara harus berpihak pada peningkatan kualitas sekolah dan guru,” ucapnya.

Tuti menekankan perlunya pemantauan dan evaluasi berkala terhadap sistem zonasi. Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa kebijakan tersebut berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap pemerataan pendidikan. 

“Zonasi bukanlah sekadar pembagian wilayah, tetapi langkah menuju pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh siswa. Untuk mencapainya, perlu ada keberpihakan nyata dari negara terhadap upaya pemerataan akses pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai, perbaikan pelaksanaan PPDB harus segera dilakukan demi peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada setiap warga negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.