- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pakar Ingatkan RI Perlu Ut...
Pakar Ingatkan RI Perlu Utamakan Stabilitas dalam Hubungan dengan AS
Selasa, 21 Jan 2025, 00:20 WIBJakarta - Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai Indonesia perlu mengutamakan stabilitas di dalam negeri dalam hubungan kerja samanya dengan Amerika Serikat (AS) di masa mendatang.
"Jadi, tampaknya kita tetap harus berpikir setidaknya 'we play by the book', dengan mengedepankan good governance, good corporate governance, kemudian stabilitas dalam negeri," kata Rezasyah kepada ANTARA melalui sambungan telepon pada Senin.
Upaya untuk memprioritaskan stabilitas dalam negeri itu, kata dia, dapat dilakukan salah satunya dengan menyampaikan kepada AS tentang tujuan Indonesia bergabung dengan BRICS, menyusul keanggotaan baru di organisasi kerja sama ekonomi tersebut.
Komunikasi tersebut, menurutnya, perlu dilakukan untuk menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia di BRICS adalah untuk kepentingan nasional, bukan untuk memusuhi siapa pun dan tidak untuk memperkuat siapa pun.
Dalam hubungan ekonomi, Rezasyah menilai Indonesia perlu lebih banyak lagi melakukan perjanjian-perjanjian khusus, mengingat AS tidak termasuk lima besar investor bagi Indonesia.
Peningkatan kerja sama ekonomi tersebut dapat dilakukan di sektor ekspor-impor, investasi perbankan, jasa, konstruksi, dan pertambangan.
"Itu harus diulangi lagi, harus dijaminkan lagi, dipertemukan lagi dia dan aktor-aktor nasional yang ada selama ini. Sehingga terasa Indonesia ini walaupun berganti presiden, tapi tetap mengedepankan keterbukaan dan juga taat pada hukum internasional," kata Rezasyah.
Kemudian, untuk kerja sama keamanan terkait Laut China Selatan, Rezasyah menggarisbawahi perlunya dialog bilateral antara kedua negara karena ada kekhawatiran AS atas kecenderungan Indonesia terhadap China dibandingkan ke negara tersebut.
"Karena lewat joint communique yang tanggal 9 November itu, itu mengkhawatirkan Amerika Serikat. Untuk itu, perlu berbicara lagi, dijelaskan sehingga dia tidak punya image yang salah seperti itu," katanya.
Untuk itu, Rezasyah menilai perlu ada komunikasi yang lebih mendalam di tingkat teknis sehingga dapat dipahami secara utuh.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kasus Pati Meledak!,Mensos Gus Ipul Ancam Pecat Tenaga Pendidik Restui Bullying di Sekolah Rakyat
-
Gubernur Pramono Apresiasi Perbaikan Sejumlah Infrastruktur Jakarta Tak Gunakan APBD, Salah Satunya Bundara HI
-
Iraola Yakin 100 Persen kepada Wirtz dan Barcola, Kritik soal Harga Transfer Dinilai Berlebihan
-
Jawara Run 2026, Gubernur Banten: Kesadaran Hidup Sehat Warga Makin Baik
-
Daftar 10 Terowongan Kereta Api Tertua di Indonesia, Dibangun Tahun 1879 Sejak Era Kolonial Belanda
-
Meja dan Kursi Adam Malik Masih Terawat, Komisi VII DPR Kunjungi ANTARA Heritage Center.
-
Ditjen Imigrasi Perketat Pengawasan Cegah TPPO Bermodus Perekrutan Tentara Bayaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.