Dukung Ketahanan Pangan, BBWSSO Perbaiki Jaringan Irigasi Kalibawang di Kulon Progo
Minggu, 19 Jan 2025, 20:15 WIBKulon Progo - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) melakukan pemeliharaan Daerah Irigasi Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawat II BBWSSO Pudak di Kulon Progo, Minggu, mengatakan pada 2025 ini, BBWSSO melalukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan Daerah Irigasi Kalibawang.
"Saat ini sedang proses lelang, dan memasuki supervisi. Proyek pemeliharaan Daerah Irigasi Kalibawang mulai dikerjakan pada April 2025," kata Pudak.
Ia mengatakan perbaikan jaringan Daerah Irigasi Kalibawang, khususnya Kilometer 4 di Kalurahan Banjarharjo masuk dalam usulan pekerjaan pemeliharaan pada 2025.
"Kami masih melakukan supervisi lokasi atau titik-titik yang mendesak diperbaiki supaya kerusakan tidak semakin parah sehingga mengganggu pengairan di Kulon Progo," katanya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kulon Progo Dewi Nugraheni mengatakan minggu lalu, Komisi III DPRD Kabupaten Kulon Progo melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak longsor dan banjir di wilayah Kalibawang.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung dampak kerusakan akibat intensitas hujan yang tinggi serta mengidentifikasi langkah penanganan yang perlu segera diambil.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah di Kalibawang KM 4 di Banjarharjo, di mana tanah longsor terjadi akibat air yang meluap dan tidak tertahan. Kondisi ini dinilai membahayakan infrastruktur di sekitar dan dapat mengancam keselamatan warga.
Selain itu, saluran irigasi tersier di Bulak Pulo, Pedukuhan Ganasari dan Kisik, Kalurahan Banjarasri, juga ditinjau. Saluran sepanjang 1,8 kilometer ini mengairi 38 hektare lahan pertanian, namun mengalami kerusakan di beberapa titik.
Sebagian saluran yang rusak sepanjang 200 meter telah diperbaiki menggunakan dana swadaya masyarakat, tetapi perbaikan lebih lanjut tetap diperlukan untuk menjaga produktivitas pertanian.
Peninjauan juga dilakukan di Jalan BogoâSendangsono yang mengalami longsor di tiga titik. Jalur ini merupakan akses utama warga tanpa adanya jalan alternatif, sehingga kerusakan tersebut sangat mengganggu mobilitas masyarakat. Kondisi ini membutuhkan perhatian serius untuk segera diperbaiki demi kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.
Dewi Nugraheni menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan tindak lanjut yang cepat.
"Asesmen awal telah dilakukan, dan langkah konkret diharapkan dapat segera diambil untuk memulihkan kondisi di lokasi-lokasi tersebut," katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Kartono mengharapkan BBWSSO segera memperbaiki talud Daerah Irigasi Kalibawang di KM 4 Banjarharjo karena dampaknya sangat fatal bila tidak segera diperbaiki.
Talud Daerah Irigasi Kalibawang di KM 4 Banjarharjo ada potensi jebol bila ada hujan deras dengan intensitas tinggi. Air yang mengalir akan meluap, sehingga air merusak talud.
"Talud Daerah Irigasi Kalibawang di KM 4 Banjarharjo sangat mendesak diperbaiki. Kami berharap BBWSSO memprioritaskan untuk segera diperbaiki. Begitu juga jaringan irigasi lain yang menjadi kewenangan BBWSSO segera diperbaiki," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KI DKI Jakarta Terima Studi Banding DPRD Jambi
-
Harry Styles Umumkan Single Baru Berjudul “Aperture”
-
Putri KW Andalan di Tunggal Wanita All England
-
Bupati Tulungangung Hanya Mengeluarkan Dua Kata Saat Jadi Tersangka Bersama Ajudan
-
Rotasi ASN di Bogor Berbasis Merit, Wali Kota Tegaskan Tanpa Kepentingan
-
PM Inggris Bertekad Selesaikan Masa Jabatannya
-
Puncak Arus Mudik pada H-4 Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang Bandung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.