Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Kesehatan Otak dengan Kurangi Konsumsi Daging Merah

📅 Kamis, 16 Jan 2025, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Kesehatan Otak dengan Kurangi Konsumsi Daging Merah Doc: Freepik

JAKARTA - Menurut hasil penelitian baru yang dipublikasikan dalam jurnal daring Neurology, mengkonsumsi lebih sedikit daging merah atau daging merah olahan lebih baik bagi kesehatan otak.

Menurut hasil riset yang dikutip dalam siaran Medical Daily pada Kamis (16/1), konsumsi daging merah olahan dalam jumlah lebih banyak berkaitan dengan penurunan fungsi otak, penuaan otak yang lebih cepat.

Hasil penelitian baru menunjukkan, orang yang mengonsumsi lebih banyak (0,25 porsi atau lebih) daging merah olahan mengalami peningkatan risiko demensia 13 persen dibandingkan mereka yang makan lebih sedikit daging olahan (kurang dari 0,10 porsi) setiap hari.

Sebagai gambaran, satu porsi daging beratnya sekitar tiga ons dan satu porsi daging olahan berupa sosis beratnya dua hingga empat ons.

Hasil penelitian menunjukkan, setiap porsi tambahan daging merah olahan per hari mengakibatkan penurunan fungsi otak secara keseluruhan selama 1,61 tahun dan penurunan memori verbal selama 1,69 tahun.

Temuan tersebut diperoleh setelah para peneliti mengevaluasi kondisi 133.771 orang berusia rata-rata 49 tahun yang awalnya tidak menderita demensia selama hingga 43 tahun.

Konsumsi lebih banyak daging merah yang tidak diolah juga menimbulkan risiko serupa terhadap kesehatan otak.

Para peneliti mengevaluasi kelompok terpisah yang terdiri atas 43.966 partisipan berusia rata-rata 78 tahun untuk memahami pengaruh konsumsi daging merah terhadap penurunan kognitif subyektif, ukuran kemampuan otak untuk mengingat, berpikir, dan memecahkan masalah.

Menurut hasil penelitian, individu yang mengonsumsi satu porsi atau lebih daging merah yang tidak diolah per hari memiliki risiko 16 persen lebih tinggi mengalami penurunan kognitif subyektif dibandingkan dengan mereka yang makan kurang dari setengah porsi setiap hari.

Temuan yang melegakan adalah, ketika peserta penelitian mengganti satu porsi daging merah olahan per hari dengan satu porsi kacang-kacangan dan polong-polongan per hari, risiko demensia menurun 19 persen dan penuaan kognitif berkurang 1,37 tahun.

"Studi kami menemukan bahwa daging merah olahan dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif dan demensia, tetapi kabar baiknya adalah bahwa studi ini juga menemukan bahwa menggantinya dengan alternatif yang lebih sehat, seperti kacang-kacangan, ikan, dan unggas, dapat mengurangi risiko," kata Dr. Dong Wang dari Brigham and Women's Hospital di Boston selaku penulis studi.

Dia menyampaikan bahwa mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan sumber protein lain, termasuk sumber protein nabati, dapat membantu meningkatkan kesehatan kognitif. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.