Libur Sekolah Selama Ramadan Jangan Sampai Kontraproduktif

Selasa, 14 Jan 2025, 03:03 WIB

Rencana libur sekolah selama Ramadan jangan sampai justru kontraproduktif. Untuk itu, rencana tersebut perlu dibahas oleh lintas kementerian yang melibatkan Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemenko PMK, dan Kemenag.

JAKARTA - Rencana libur sekolah selama bulan Ramadan harus matang. Kementerian terkait seperti Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus duduk bersama untuk membahas rencana tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

1736781121_65b7fc4fa282eee86736.jpg

“Ini harus segera dirumuskan, sehingga sekolah dan madrasah bisa bersiap menyambut Ramadan dan menyusun kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad Alaydrus, dalam keterangan resminya, Senin (13/1).

Syarief menilai, jika kegiatan selama Ramadan diserahkan penuh kepada orang tua, maka mereka akan kesulitan mengaturnya. Apalagi jika kedua orang tua sama-sama bekerja.

Dia menjelaskan, sampai saat ini belum ada format yang jelas dan detail terkait libur selama Ramadan. Dia mendukung rencana libur selama Ramadan sebulan penuh jika bertujuan agar para siswa menjalankan ibadah dengan optimal sehingga dapat meningkatan sisi spiritualitas mereka. Jangan sampai rencana tersebut justruk kontraproduktif.

“Tujuan libur selama Ramadan sangat baik. Para siswa kita bisa fokus ibadah dan belajar agama. Kami mendukung rencana itu,” jelasnya.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan pemerintah akan membahas mengenai libur sekolah selama Ramadan, termasuk dengan melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pembahasan oleh lintas kementerian agar tidak ada perbedaan antara sekolah dan madrasah.

“Keputusannya bagaimana nanti menunggu setelah kami ada rapat gabungan bersama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri yang dikoordinasikan oleh Pak Menko PMK (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan),” ucapnya.

Aspirasi Masyarakat

Dia menyebut keputusan tersebut akan mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, ada sejumlah usulan dari masyarakat terkait libur sekolah saat Ramadan.

Pertama, lanjut Mu’ti, ada masyarakat yang mengusulkan libur sekolah penuh selama Ramadan. Lalu, kegiatan anak-anak selama libur akan diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masyarakat.

“Yang kedua, itu paro-paro (setengah-setengah). Artinya, ada sebagian. Biasanya, kalau yang berlaku sekarang, awal Ramadan itu libur, habis itu masuk seperti biasa, kemudian nanti biasanya menjelang Idul Fitri juga libur,” katanya.

Mu’ti menyebut, ada pula usulan agar tidak ada libur selama Ramadan. Menurutnya, semua usulan itu akan dipertimbangkan dalam rapat lintas kementerian.

“Intinya, semua itu adalah usulan-usulan yang ada di masyarakat, yang kami tentu memantau usulan-usulan itu sebagai bagian dari aspirasi publik, yang dalam konteks demokrasi itu sehat karena ada partisipasi masyarakat dalam pengambil kebijakan publik,” terangnya.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan wacana libur sekolah saat Ramadan yang menguat belakangan ini masih dalam tahap kajian. “Sedang dikaji,” ujar Menag Nasaruddin di Jakarta, Rabu lalu.

Wacana libur sekolah saat Ramadan sebelumnya diungkapkan Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i beberapa waktu lalu. Namun demikian, Syafi’i mengatakan belum ada pembahasan seputar itu.

Libur sekolah selama Ramadhan pernah diterapkan di era Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, agar lebih fokus mempelajari ilmu agama dan khusyuk beribadah.

Kendati demikian, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan, wacana libur sekolah selama bulan Ramadan seharusnya diisi oleh berbagai pendidikan yang menyenangkan.  ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Amankan HUT RI di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 13.859 Personel

Gempa Bisa Datang Kapan Saja, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan

Tak Main-Main! 13.859 Personel Dikerahkan Polda Metro Jaya Amankan HUT RI

Antisipasi Penjarahan Pascagempa, Polisi Tingkatkan Patroli di Sejumlah Lokasi Gempa Flores

Penantian Berbuah Manis! Warga Palembang yang Gagal Tahun Lalu Kini Dapat Tiket Upacara

Demi Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Warga Antre Sejak Dini Hari

Tak Kenal Medan Sulit! Polri Berhasil Tembus Tiga Wilayah Terisolasi Pascagempa Flores

Cincinnati Open 2026: Aldila Sutjiadi Melaju ke 16 Besar Ganda Putri

Waspada Gunung Anak Krakatau! Tercatat 8 Kali Letusan Disertai Lava Pijar

Akankah Konflik Segera Berakhir? Mesir dan AS Dorong Gencatan Senjata Gaza

Keren! Aldila Sutjiadi Melaju ke 16 Besar Ganda Putri Cincinnati Open 2026

Satgas Galapana DPR Kawal Percepatan Penanganan Korban Gempa NTT

Metode Pembayaran Digital Terus Berkembang di Kaltara, 120 Ribu Warga Telah Gunakan QRIS

Cristiano Ronaldo Isyaratkan 2026 Jadi Tahun Terakhirnya sebagai Pesepak Bola Profesional

QRIS Makin Diminati, BI Catat 120 Ribu Warga Kalimantan Utara Sudah Menggunakannya

Jangan Salah Datang! SIM Keliling Jakarta Libur di Hari HUT RI

Pemkot Tangsel Beri Diskon 81 Persen BPHTB karena Hibah Waris

Janice Tjen Melaju ke Babak 32 Besar di Cincinnati Open Lewat Drama Tiga Set

25 Ton Bantuan Tambahan dari Pemerintah Telah Tiba di NTT

Darurat Pascagempa, Kemendikdasmen Gerak Cepat Salurkan 50 Tenda untuk Sekolah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.