Kabar Gembira, Kepala KDEI Taipei Bangun Sinergi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Selasa, 14 Jan 2025, 00:13 WIB

Jakarta - Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo membangun sinergi pelindungan Pekerja Migran Indonesi (PMI) dengan hadir dalam diskusi panel yang bertajuk “Menyoal Peran dan Tanggungjawab KDEI Taipei dalam Pelindungan PMI di Taiwan”.

Melalui keterangan pers KDEI Taipei yang diterima di Jakarta, Senin, diketahui bahwa acara tersebut diselenggarakan oleh Ganas Community (Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas) dan SBIPT (Serikat Buruh Industri Perawat Taiwan) di Taipei NGO House.

Ket. Foto: Arsip - Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo pada acara Meet Up Majelis Taklim Hasanah on Air bersama Ning Sheila Hasina Zamzami dan Gus Ahmad Kafabihi Mahrus dari Lirboyo Kediri, Ahad (5/1/2024). — Sumber: ANTARA/HO-KDEI Taipei

Kepala KDEI Taipei menyampaikan paparan terkait dengan pelindungan PMI di Taiwan, teknis penanganan PMI di Taiwan, kendala teknis yang ditemukan, Jaminan Sosial PMI (BPJS Ketenagakerjaan), serta permasalahan overcharging (penerapan biaya berlebih).

Arif mengimbau para organisasi agar dapat bersama-sama bersinergi dalam upaya pelindungan PMI di Taiwan.

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias dari perwakilan organisasi di Taiwan yang menanyakan terkait dengan permasalahan klasik yang tidak kunjung selesai yakni maraknya overcharging (biaya penempatan berlebih), sulitnya mendapatkan majikan, PMI sakit, pemulangan jenazah, hingga belum optimalnya manfaat BPJS TK.

Berlangsung sekitar tiga jam, rapat tersebut menghasilkan enam usulan bersama dari gabungan organisasi yang hadir yaitu dari SEBIMA, Ganas, SBIPT, IKSPI, GSC, Pantura, Pagar Nusa.

Usulan pertama adalah pembukaan kantor perwakilan KDEI selain di Taipei, lalu pelibatan PMI dan organisasi untuk diskusi kebijakan dan aturan pelindungan PMI, serta peningkatan manfaat BPJS TK.

Usulan keempat adalah sosialisasi peraturan dari Indonesia dan Taiwan, diikuti penegakan hukum kasus overcharging, hingga kenaikan gaji sektor informal.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolik, penyelenggara juga menyampaikan kasus aduan overcharging secara simbolis (30 orang). Selanjutnya, KDEI Taipei akan menindaklanjuti dengan koordinasi dengan otoritas Taiwan maupun para pemangku kepentingan terkait di Indonesia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.