- Home
-
- Luar Negeri
-
- Biden Yakin Gencatan Senja...
Biden Yakin Gencatan Senjata di Gaza Segera Terwujud
Selasa, 14 Jan 2025, 20:10 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meyakini usulan gencatan senjata di Jalur Gaza yang disampaikannya pada Mei 2024 segera terwujud sebelum masa jabatannya berakhir.
"Kita sudah masuk pada tahap di mana usulan yang dijabarkan beberapa bulan yang lalu pada akhirnya akan terwujud," kata Biden dalam pidato kebijakan luar negerinya di Departemen Luar Negeri AS pada Senin (13/1).
Seperti dikutip dari Antara, Biden mengaku telah belajar selama bertahun-tahun melayani rakyat untuk tidak pernah sekalipun menyerah.
Menyoroti komunikasi yang dilakukannya dengan pemimpin Mesir dan Qatar, Biden mengatakan kesepakatan tersebut akan menjadi dasar pembebasan sandera, penghentian pertempuran, jaminan keamanan bagi Israel, dan memungkinkan peningkatan besar bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza.
"Rakyat Palestina berhak atas perdamaian dan hak menentukan masa depan mereka sendiri, sementara Israel berhak atas perdamaian dan keamanan sejati, dan para sandera sepatutnya bersatu lagi dengan keluarga mereka," tutur Presiden AS.
Sebelumnya, penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, menyebut ada kemungkinan kesepakatan gencatan senjata terwujud pekan ini sebelum Biden menyelesaikan tugas sebagai presiden.
Selama ini, perundingan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang ditengahi Qatar, Mesir, dan AS, terpaksa ditunda beberapa kali karena pemimpin otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, terus memberi syarat-syarat baru.
Hal tersebut memicu protes dari kelompok oposisi Israel dan keluarga sandera yang menuduh Netanyahu sengaja mengulur-ulur upaya mencapai gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Sementara itu, media CNN, mengutip dua sumber dari Israel, melaporkan Hamas bersiap membebaskan 33 sandera dalam fase pertama kesepakatan gencatan senjata yang perundingannya di Doha hampir selesai.
Menurut laporan tersebut, seorang pejabat senior Israel pada Senin mengatakan sebagian besar dari sandera tersebut masih hidup, namun jenazah sandera-sandera yang lain kemungkinan juga akan diserahkan dalam gencatan senjata awal yang rencananya berdurasi 42 hari.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha
-
SIM Keliling 24 Jam Sidoarjo Raih Rekor MURI Selama 17 Hari
-
Bantu Korban Bencana NTT, Kemenimipas Galang Donasi Rp1,8 Miliar
-
Bebas UKT Hingga Gratis Biaya Wisuda, Undana Selamatkan Masa Depan Mahasiswa Korban Gempa Flores
-
Mendag Dorong Mahasiswa untuk Rintis Usaha Jadi Eksportir Muda
-
Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius
-
Demutualisasi BEI Dimulai, OJK Pasang Rem Kepemilikan Saham Maksimal 5 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.