- Home
-
- Luar Negeri
-
- Panglima Joseph Aoun Terpi...
Panglima Joseph Aoun Terpilih Jadi Presiden
Sabtu, 11 Jan 2025, 02:40 WIBBEIRUT - Anggota parlemen Lebanon pada Kamis (9/1) memilih panglima militer Joseph Aoun sebagai presiden setelah jabatan tersebut lowong selama dua tahun, dalam sebuah upaya untuk mengeluarkan negara yang dilanda perang itu dari krisis keuangan.
Aoun, yang berusia 61 tahun pada Jumat (10/1), tiba di dalam parlemen untuk mengucapkan sumpahnya di tengah tepuk tangan meriah, mengenakan setelan jas gelap dan dasi biru cerah, bukan seragam militernya yang biasa.
âFase baru dalam sejarah Lebanon dimulai hari ini,â ujar Aoun kepada majelis tersebut.
Para pendukung merayakan kemenangannya di desa asalnya, Aishiyeh, di Lebanon selatan, tempat penduduk berkumpul sejak pagi di depan gereja yang dihiasi bendera Lebanon dan potretnya, kata seorang reporter AFP.
âPresidennya adalah Joseph Aoun,â kata ketua parlemen, Nabih Berri, setelah 99 dari 128 anggota parlemen mendukung pencalonannya.
Aoun menghadapi tugas berat untuk mengawasi gencatan senjata di perbatasan Israel dan menunjuk perdana menteri untuk memimpin reformasi yang dituntut oleh kreditor internasional untuk menyelamatkan negara dari krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya.
Aoun adalah panglima militer Lebanon kelima yang menjadi presiden, dan keempat berturut-turut. Di bawah sistem pembagian kekuasaan Lebanon yang multi-pengakuan, presiden harus seorang Kristen Maronit, seperti halnya para panglima militer.
Dua putaran
Lebanon tidak memiliki presiden sejak masa jabatan Michel Aoun, yang tidak terkait dengan penggantinya, berakhir pada Oktober 2022 lalu, dengan ketegangan antara gerakan Hizbullah yang didukung Iran dan para penentangnya, mengacaukan belasan pemungutan suara sebelumnya.
Tekanan internasional telah meningkat untuk mendesak segera terpilihnya presiden dengan hanya 17 hari tersisa dalam gencatan senjata untuk mengerahkan pasukan Lebanon bersama pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan setelah perang Hizbullah-Israel musim gugur lalu.
Kekuasaan presiden sebenarnya telah berkurang sejak berakhirnya perang saudara 1975-1990. Tetapi pengisian posisi tersebut adalah kunci untuk mengawasi konsultasi menuju penunjukan perdana menteri baru untuk memimpin pemerintahan yang mampu melaksanakan reformasi yang dituntut oleh kreditor internasional.
Aoun secara luas dipandang sebagai pilihan utama pendukung militer Amerika Serikat, serta negara adikuasa regional Arab Saudi.
Namun, anggota parlemen dari blok pro-Hizbullah tidak memberikan suara sama sekali pada putaran pertama pemungutan suara pada Kamis pagi, kata seorang narasumber yang dekat dengan mereka, yang membuat panglima militer Aoun tidak memperoleh mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan untuk menang langsung.
Narasumber tersebut mengatakan perwakilan dari blok tersebut bertemu Aoun di parlemen saat rehat sebelum anggota parlemen kembali untuk pemungutan suara kedua.
Sementara itu beberapa anggota parlemen di putaran kedua masih berkeberatan dengan apa yang mereka lihat sebagai campur tangan asing dalam pemungutan suara. Sebagai bentuk protes, beberapa orang membatalkan surat suara mereka dengan memilih âkedaulatan dan konstitusiâ, merujuk pada fakta bahwa pemilihan Aoun secara teknis memerlukan amandemen konstitusional. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
China Beri Akses Dagang Bebas Tarif ke 53 Negara Afrika Mulai Mei 2026
-
Upaya Pemerintah Provinsi Jambi Kembangkan Ekonomi Hijau
-
Planetarium Jakarta Ajak Warga Piknik Malam Sambil Intip Bulan dan Jupiter Secara Gratis
-
Pengembang Perumahan Perluas Operasi Katarak Gratis ke Bogor, 126 Pasien Terima Manfaat
-
Persib Bandung Kembali Dapatkan Lisensi AFC
-
Resmi Dibuka, DXI 2026 Perkuat Ekosistem Olahraga Petualangan
-
Gempa Bumi M6,2 Mengguncang Hokkaido Jepang Senin Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.