Kilang Pertamina Siap Produksi SAF Tersertifikasi Pertama di Asia Tenggara
Sabtu, 11 Jan 2025, 09:35 WIBJAKARTA - Anak perusahaan BUMN Pertamina Group, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), siap memproduksi bahan bakar ramah lingkungan yakni Sustainable Aviation Fuel (SAF) di tingkat nasional dan kawasan Asia Tenggara.
"Unit TDHT (Treated Distillate Hydro Treating) yang berlokasi di Kilang Cilacap telah berhasil meraih sertifikasi ISCC Corsia dan EU untuk SAF pada awal Desember 2024 lalu," kata Sekretaris Perusahaan KPI Hermansyah Y Nasroen dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu.
KPI telah memperoleh sertifikat ISCC (International Sustainability Carbon Certification) Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dan Europe Union (EU) untuk memproduksi SAF dari bahan baku minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).
Dengan diraihnya sertifikasi ini, SAF KPI memenuhi persyaratan keberlanjutan dan dapat diterima serta diperdagangkan sesuai regulasi International Civil Aviation Organization (ICAO) CORSIA (worldwide) dan Uni Eropa. SAF merupakan bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat.
Menurut Hermansyah, diraihnya sertifikat tersebut menunjukkan pengakuan dunia internasional atas kemampuan dan kapabilitas KPI dalam memproduksi SAF.
Selain dapat memproduksi Pertamina SAF, Hermansyah menjelaskan bahwa Unit TDHT Kilang Cilacap juga dapat memproduksi bahan bakar solar nabati yang berasal dari 100 persen bahan baku nabati sejak 2022. Produk tersebut dikenal dengan nama Pertamina Renewable Diesel (RD) atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) yang juga telah bersertifikat ISCC.
KPI menurut Hermansyah juga terus melakukan inovasi untuk memproduksi Pertamina SAF melalui Project USAF (UCO to SAF) yang dicanangkan sejak tahun 2024.
"KPI sebelumnya mampu memproduksi Pertamina SAF dengan bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) atau minyak inti sawit, dan kini KPI siap melangkah dengan memproduksi Pertamina SAF tersertifikasi ISCC pertama di Indonesia/Regional dengan bahan baku minyak jelantah yang direncanakan pada kuartal- I tahun 2025," kata Hermansyah.
SAF yang dihasilkan menggunakan campuran bahan baku minyak jelantah ini memiliki kelebihan berupa emisi karbon yang lebih rendah sekitar > 90 persen dibandingkan avtur yang berbahan baku 100 persen minyak bumi. Selain itu, penyerapan minyak jelantah untuk digunakan sebagai campuran bahan baku pembuatan avtur ini dapat berkontribusi dalam pengurangan limbah minyak goreng bekas pakai yang dapat berpotensi mencemari lingkungan.
Selanjutnya kata Hermansyah, dalam rangka persiapan produksi SAF dari minyak jelantah, pada Januari 2025 akan dilakukan penggantian katalis yang mampu mengolah minyak jelantah menjadi SAF di Kilang Cilacap.
"Katalis yang akan digunakan merupakan hasil pengembangan technology and innovation Pertamina berkolaborasi dengan expert dan engineer PT Kilang Pertamina Internasional. Katalis ini diproduksi di fasilitas pabrik katalis dalam negeri. Hal ini menunjukkan penguasaan teknologi advance oleh engineer Indonesia,â kata Hermansyah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menambahkan Pertamina Group berkomitmen dalam pengembangan energi ramah lingkungan, termasuk SAF yang dimanfaatkan untuk mendukung industri transportasi udara di Indonesia.
"Melalui pengembangan bahan bakar hijau, Pertamina bertekad menjalankan mandat ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia, sekaligus ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan di Tanah Air," kata dia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Pemprov Babel Bantu Umat Konghucu Rayakan Imlek guna Perkuat Kerukunan
-
JPE Matangkan Persiapan, Siap Hadapi Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026
-
Sejumlah SPBU di Beberapa Wilayah Mulai Antre, Ini Kata Pertamina
-
Menhan Sjafrie Bertemu Richard Marles: Bahas Jakarta Treaty dan Geopolitik Kawasan
-
Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Region IV/Jakarta 2 Hadirkan Program Berbagi Takjil Super Murah Rp1
-
Era Perbankan Tanpa Batas 2026: Accenture Ungkap 6 Tren Utama yang Mengubah Industri
-
Film Terbaru "Spider Man: Brand New Day" Ceritakan Babak Selanjutnya Kisah Peter dan MJ
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.