Perangkap Harimau di Mukomuko Dipasang BKSDA Bengkulu

Rabu, 08 Jan 2025, 16:55 WIB

MUKOMUKO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu akan memasang perangkap untuk menangkap harimau yang diduga memangsa seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kabupaten Mukomuko.

"Saat ini orang BKSDA membawa perangkap dari wilayah Putri Hijau ke Kabupaten Mukomuko, dan perangkap ini nanti dipasang untuk menangkap harimau yang memangsa warga Desa Tunggal Jaya," kata Plt Kepala Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam Ujang Selamat saat dihubungi dari Mukomuko, Rabu.

Ket. Foto: Personel Kepolisian Sektor Teras Terujam, Kabupaten Mukomuko mengevakuasi jasad warga Desa Tunggal Jaya yang diduga dimangsa harimau, Rabu (8/1). — Sumber: ANTARA/Ferri

Seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, bernama Ibnu Oktavianto (22) ditemukan meninggal dunia di kebun kelapa sawit milik Ari Cahyono pada Selasa (7/1) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban yang sehari-hari mencari rumput untuk pakan kambing itu ditemukan meninggal dunia, diduga dimangsa harimau di sebuah kebun kelapa sawit di wilayah tersebut.

Dia mengatakan, rencananya perangkap harimau itu menggunakan umpan kambing dan dipasang dekat tempat kejadian warga yang diduga dimangsa harimau di lahan perkebunan kelapa sawit.

"Di desa ini selain BKSDA ada juga unsur tripika terdiri atas polsek, koramil, dan kecamatan, dan mereka sudah menuju lokasi tempat penemuan jasad warga yang diduga dimangsa harimau," katanya.

Terkait dengan keadaan warga di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam setelah kejadian itu, menurut dia, agak trauma, dan warga terutama di RT 5 dan RT 6 berjaga-jaga di depan rumahnya.

"Kebetulan tempat kejadian peristiwanya di RT 6 sehingga warga di RT ini berjaga-jaga dan ada juga anggota Babinsa yang membantu menjaga keamanan di desa ini," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa harimau yang diduga memangsa warga setempat masih muncul di desa ini yang berjarak sekitar 20 meter dari belakang rumah warga.

Sementara ini, katanya, sebagian warga di desa itu menghentikan dan mengurangi aktivitasnya karena belum ada titik terang mengenai harimau tersebut.

"Kami mengimbau warga untuk waspada terhadap kemunculan harimau di wilayah ini dan kalau bisa bepergian jangan sendiri untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.