Masyarakat di bawah kaki Ile Lewotolok diimbau waspadai bahaya lahar

Rabu, 08 Jan 2025, 16:15 WIB

Kupang -- Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak gunung tersebut untuk mewaspadai ancaman bahaya lahar.

"Ancaman bahaya lahar bisa saja terjadi terutama di saat musim hujan, karena itu masyarakat kami imbau untuk waspada," kata Petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok Jefri Pugel saat dihubungi dari Kupang, Rabu.

Ket. Foto: Penampakan gunung Ile Lewotolok di Lembata. — Sumber: ANTARA/HO-Pos Pemantau

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan antisipasi ancaman lahar dari puncak gunung tersebut, mengingat saat ini curah hujan di puncak gunung tersebut sangat tinggi.

Disamping itu juga mereka juga mengingatkan agar masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, ataupun wisatawan, serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung itu.

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian selatan dan tenggara puncak atau kawah Gunung Ile Lewotolok.

Tak hanya itu masyarakat di Desa Jontona dan Desa Todonara juga diimbau agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok serta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran serta longsoran lava dan awan panas dari bagian selatan dan tenggara puncak atau kawah gunung itu.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, kata dia, aktivitas Gunung Ile Lewotolok hingga 31 Desember 2024 masih cukup tinggi, serta mempertimbangkan potensi bahayanya, maka tingkat aktivitas masih pada Level II (Waspada).

Gunung yang pernah erupsi pada tahun 2020 dengan ketinggian kolom abu mencapai 4.000 meter di atas puncak gunung itu saat ini masih terus erupsi.

Pada akhir Desember lalu berdasarkan laporan pos pemantau erupsi setinggi 400 meter sempat terjadi. Bila dibandingkan periode pengamatan 1 – 15 Desember 2024 menunjukkan adanya peningkatan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.