Harus Keluarkan Dana Puluhan Miliar Rupiah, PSSI Telah Bayar Kompensasi Pemecatan Shin Tae-yong
Rabu, 08 Jan 2025, 00:12 WIBJakarta - Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga mengatakan PSSI telah membayar kompensasi pemecatan pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong yang mencapai puluhan miliar Rupiah.
Shin dipecat dari kursi kepelatihan pada Senin, meski kontraknya berakhir 2027 mendatang.
"Dari sisi finansial, puluhan miliar rupiah yang harus kami bayar (untuk kompensasi)...(kewajiban) itu pun harus diambil," kata Aryakepada pewarta di Jakarta, Selasa.
Arya menegaskan pemecatan mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut tak ada kaitannya dengan mafia bola seperti disebutkan dalam sejumlah berita.
Menurut Arya, jika pemecatan ini ada sangkut pautnya dengan mafia bola maka PSSI mustahil mengambil keputusan memecat STY dan membayar kompensasi bernilai puluhan miliar tersebut.
Arya mengatakan PSSI mengambil langkah ini demi Merah Putih sekaligus penyesuaian terhadap karakter para pemain yang mayoritas dihuni pemain diaspora dari Eropa.
Alasan tersebut salah satunya menjadi dasar keputusan PSSI mencari pelatih yang mempunyai kepemimpinan di ruang ganti dan memahami karakter skuad Garuda yang notabene tumbuh di Eropa.
"Konsekuensi kami mengambil pemain-pemain diaspora yang makin lama level makin tinggi...Jadi butuh yang namanya pemimpin pelatih. Nah didampingi oleh asisten pelatih yang kuat secara teknis. Ini pun sudah dicari oleh Pak Erick (Thohir, Ketua Umum PSSI)," kata Arya.
Nama mantan penyerang timnas Belanda, Patrick Kluivert, muncul ke permukaan ruang diskusi setelah pakar transfer kenamaan asal Italia, Fabrizio Romano, melalui akun X pribadinya, mencuit bahwa pria berusia 48 tahun itu bakal melatih tim Garuda.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kepala Daerah Sepakat! Sinergi Kuat Dorong Percepatan Hilirisasi Perkebunan Nasional
-
Kemkomdigi Dukung Pemanfaatan “AI” bagi Percepatan Layanan BPJS Kesehatan
-
Perayaan Maudu Lompoa di Maros
-
Jaksel Peringkat Dua Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terbanyak, setelah Jaktim
-
Pimpinan MPR RI Minta Aparat untuk Dahulukan Keselamatan Masyarakat
-
1.300 Personel Gabungan Jaga Laga Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis, Suporter Bawa "Flare" Akan Ditindak
-
Biar Jalur Mudik Lancar, Jabar Siapkan Rp6 Miliar untuk Liburkan Angkot dan Delman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.