Dari Viral ke Vital: Bagaimana Media Sosial Membentuk Tren Fast Beauty

Rabu, 08 Jan 2025, 05:00 WIB

Sekitar 48% Gen Z menghabiskan Rp150 ribu per transaksi untuk membeli produk kecantikan. Sedangkan generasi milenial hanya 34% yang mengeluarkan jumlah yang sama. Hal itu diungkapkan Beauty Consumer Behavior and Trend Report dari Insight Factory by SOCO.

Produk kecantikan, seperti skincare dan kosmetik, telah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Indonesia saat ini. Media sosial telah menjadi pendorong utama dalam membentuk tren diatas. Platform seperti TikTok dan Instagram mempercepat viralitas produk kecantikan, menciptakan ekspektasi konsumen yang semakin tinggi.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Produk kecantikan yang viral sering kali terjual habis dalam hitungan jam," kata seorang analis di TechCrunch. Contohnya adalah lip gloss yang menjadi tren di TikTok, yang terjual 100.000 unit dalam seminggu pertama. Hal ini menunjukkan bagaimana algoritma media sosial dapat menciptakan gelombang besar permintaan konsumen dalam waktu singkat.

Selain itu, tantangan viral seperti "lipstick stacking" atau "face mask challenge" telah menciptakan pasar baru bagi produk-produk yang sebelumnya dianggap biasa. Merek-merek kecil pun dapat bersaing dengan pemain besar melalui kekuatan viralitas.

Dalam hal ini, influencer menjadi ujung tombak dalam mempromosikan fast beauty. "Ketika seorang influencer besar mempromosikan produk, penjualan dapat meningkat hingga 200%," kata Jessica Matlin. Influencer seperti Hyram, yang dikenal sebagai "Skinfluencer," bahkan memiliki kekuatan untuk menentukan tren bahan aktif seperti niacinamide dan retinol.

Strategi Merek

Dan dalam perkembangannya, merek-merek fast beauty menggunakan media sosial bukan hanya untuk promosi, tetapi juga sebagai alat riset. Dengan menganalisis tren hashtag dan komentar konsumen, mereka dapat dengan cepat menyesuaikan produk mereka. "Media sosial adalah tambang emas data konsumen," kata seorang eksekutif pemasaran dari L'Oréal.

Tren fast beauty yang diminati banyak orang membuat berbagai brand lokal maupun internasional berlomba-lomba menciptakan produk dengan berbagai klaim manfaat sebagai teknik promosi untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin. 

Kecepatan media sosial dalam menciptakan tren telah mengubah industri kecantikan. Namun, merek harus tetap fokus pada kualitas dan keberlanjutan untuk mempertahankan kepercayaan konsumen. Konsumen juga perlu lebih bijak dalam memanfaatkan informasi yang tersedia agar tidak terjebak dalam siklus konsumsi impulsif.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.