Antisipasi Perubahan Perdagangan Internasional, Pemerintah Petakan Industri yang Rentan pada Tekanan Ekonomi Global
Selasa, 07 Jan 2025, 01:00 WIBJAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melakukan pemetaan terhadap industri yang berpotensi tumbuh ke depannya serta rentan terhadap tekanan dinamika politik dan ekonomi global.
"Bahkan, kami telah memetakan dari 40 perusahaan yang menyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia, termasuk sektor mana yang menjadi ujung tombak dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia,â kata Menperin Agus ditemui usai melakukan pertemuan dengan Menaker Yassierli, di Jakarta, Senin (6/1).
Seperti dikutip dari Antara, Menperin menjelaskan dari pertemuan tersebut kedua pihak sepakat untuk memacu penambahan lapangan kerja, serta memberikan perhatian terhadap peningkatan produktivitas pekerja di Indonesia.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika menjelaskan, untuk subsektor industri yang berpotensi tumbuh, dikategorikan berdasarkan pertumbuhan PDB di atas rata-rata pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas yakni di atas 4,7 persen, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) periode 2024 di atas rata-rata agregat seluruh subsektor industri, serta utilisasi masih di bawah agregat semua subsektor perindustrian.
Obat Tradisional
Adapun industri potensial antara lain industri makanan, minuman, farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, subsektor komputer, barang elektronik dan optik, serta industri reparasi, pemasangan mesin dan peralatan.
Sementara, sektor industri yang rentan terhadap dinamika global yaitu industri tekstil, kayu, barang dari kayu dan gabus, industri karet, industri mesin dan perlengkapan yang tidak termasuk dalam lainnya, industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, industri furnitur, serta industri pengolahan lainnya.
Sebelumnya, Menaker Yassierli menyampaikan, Kemenperin memiliki peranan penting dalam memberikan masukan kepada Kemnaker dalam mengelola ketenagakerjaan di Indonesia. Pihaknya berharap dukungan dari Kemenperin dalam upaya membentuk lembaga produktivitas nasional.
"Akan ada pembicaraan yang lebih teknis untuk bisa menggagas dan menggulirkan gerakan peningkatan produktivitas nasional, terutama di sektor industri manufaktur," ujarnya.
Menaker turut mengatakan dari pertemuan ini pihaknya telah mendapat gambaran terkait sektor-sektor industri di Indonesia ke depannya.
"Karena kami bertanggung jawab untuk menyiapkan tenaga kerjanya yang kompeten. Jadi, kami akan rutin bertemu sehingga bisa memperkuat kinerja kami di Kabinet Merah Putih," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
-
Kemenhub Berangkatkan Peserta Arus Balik Mudik Gratis dari Jawa dan Sumatera
-
LA Lakers Menang Tipis 105-104 atas Orlando Magic
-
Buntut Kasus Dokter Magang, Kemenkes Perbaiki Tata Kelola Magang Kedokteran
-
Pemkab Aceh Barat Siapkan Subsidi Ongkos Angkut Stabilkan Harga Beras
-
Jepang akan Gabung Sistem Pertahanan Rudal AS Golden Dome
-
Ramadan Berkah: UMKM Dodol Betawi di Bekasi Banjir Orderan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.