Inovasi Padi Hemat Air Untuk Swasembada Pangan

Senin, 06 Jan 2025, 11:03 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi beras nasional untuk mencapai swasembada pangan pada tahun 2027. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pemerintah berencana membangun dan memperbaiki jaringan irigasi di berbagai daerah. Salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah teknik Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), yang sebelumnya berhasil diuji coba di Daerah Irigasi Rentang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Teknik IPHA merupakan metode budidaya padi yang mengelola tanaman, air, dan tanah secara efisien. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas penggunaan air, memperluas area tanam terutama saat musim kemarau, serta meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Menurut Menteri PU, Dody Hanggodo, metode ini mampu mengurangi penggunaan air namun tetap meningkatkan produksi gabah hingga 2 ton per hektare.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Bob Arthur Lombogia, menyatakan bahwa penerapan IPHA dapat menghemat penggunaan air hingga 30 persen. Selain itu, metode ini hanya memerlukan 10 kilogram benih per hektare dan mempercepat waktu panen karena menggunakan bibit muda. Hasilnya, produksi padi dapat meningkat hingga 11 ton per hektare.

Pengamat pertanian dari Universitas Warmadewa, Dr. I Nengah Muliarta, menekankan pentingnya pengembangan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Selain perbaikan sistem irigasi, penggunaan varietas tanaman yang tahan kekeringan juga perlu diperhatikan. Inovasi pertanian dan edukasi mengenai praktik pertanian berkelanjutan sangat penting untuk menghadapi ancaman kekurangan air di masa depan.

Teknologi irigasi tetes disebut sebagai solusi efektif untuk mengatasi kekurangan air. Metode ini menyalurkan air langsung ke akar tanaman melalui selang atau pipa kecil, sehingga mampu menghemat air hingga 50-90 persen dibandingkan dengan irigasi konvensional. Selain itu, penyerapan air yang optimal dapat meningkatkan hasil panen hingga 20-30 persen. Pakar pertanian dari Universitas Jember, Ihsannudin, menyarankan agar Kementerian PU juga memperhatikan pembenahan sarana irigasi untuk mendukung keberhasilan teknik IPHA.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Achmad Affandi

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.