Menantikan Data Ekonomi AS, Ini Prediksi Pergerakan IHSG
Jumat, 03 Jan 2025, 08:50 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berÂpotensi melanjutkan tren positif jelang akhir pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sentimen eksternal, terutama perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat paÂsar menantikan data ekonomi AS. KaÂrenanya, Herditya memproyeksiÂkan IHSG dalam perdagangan, Jumat (3/1), berpeluang meÂnguat dengan level support 7.117 dan resistance 7.187.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/1) sore, ditutup menguat di teÂngah pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 83,30 poin atau 1,18 persen ke posisi 7.163,20. SeÂmentara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,56 poin atau 1,28 persen ke posisi 837,21.
âIndeks saham di kawasan Asia akan terus berada di baÂwah tekanan, paling tidak hingga akhir kuartal I-2025. Investor melihat kebijakan America First akan mendongkrak pertumÂbuhan dan tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS), menopang nilai tukar dollar AS serta membatasi ruang bagi bank sentral di Asia untuk memangkas suku bunga,â sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Investor memandang kinerja indeks saham di Asia tiÂdak akan mengalahkan kinerja indeks saham di AS dalam waktu dekat, meskipun valuasi saham di Asia yang sudah sangat murah dibandingkan dengan valuasi saham di AS.
Investor cenderung fokus pada perusahaan-perusahaan dengan aliran kas yang kuat dan neraca yang sehat, karena perusahaan seperti ini lebih mampu menghadapi situasi di mana suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, serta juga menyesuaikan diri dengan kebijakan tarif perdagangan yang baru di AS.
Dari sisi makroekonomi, data Manufacturng PMI Korea Selatan turun ke level 49,0 pada Desember 2024, dari sebeÂlumnya 50,6 pada November 2024, yang menandakan konÂtraksi ketiga dalam empat bulan terakhir dan merefleksikan masih lemahnya sektor manufaktur Korea Selatan.
Perhitungan akhir (final) data Judo Bank Manufacturing PMI Australia turun ke level 47,8 pada Desember 2024 dari level 49,4 pada November 2024, dan lebih buruk dari perhiÂtungan awal 48,2, yang menandakan pemburukan kondisi di sektor manufaktur selama sebelas bulan beruntun.
Dari dalam negeri, data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia melompat ke level 51,2 pada Desember 2024 dari level 49,6 pada bulan sebelumnya, yang merupakan perÂtumbuhan pertama di sektor manufaktur sejak Juni 2024.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Pemeriksaan Fadia Arafiq di KPK
-
Regulasi Baru Guncang Peta Persaingan F1
-
Singkirkan Khamenei, Trump Ingin Lanjutkan Perundingan dengan Pemimpin Baru Iran
-
Whoosh Ngebut Lagi, 62 Perjalanan Siap Layani Penumpang
-
Tak Tanggung-tanggung, Maluku Sajikan 47 Event Wisata di 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Turis
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
Liga Champions: Gol Penalti Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Kandang Newcastle
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.