Russia Ancam Hentikan Moratorium Misil Sepihak

Senin, 30 Des 2024, 02:50 WIB

MOSKWA - Russia akan membatalkan moratorium penempatan misil berkemampuan nuklir jarak menengah dan pendek karena Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan senjata tersebut di berbagai kawasan di seluruh dunia. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov, pada Minggu (29/12).

Langkah Russia itu, yang sudah lama diisyaratkan, akan mengakhiri semua yang tersisa dari salah satu perjanjian pengendalian senjata paling signifikan dari Perang Dingin, di tengah kekhawatiran bahwa dua kekuatan nuklir terbesar dunia mungkin memasuki perlombaan senjata baru bersama dengan Tiongkok.

Ket. Foto: Menlu Russia, Sergei Lavrov — Sumber: AFP/ALBERTO PIZZOLI

Russia dan AS, yang sama-sama mengakui hubungan mereka lebih buruk daripada sebelumnya sejak masa Perang Dingin, sama-sama menyatakan penyesalannya atas disintegrasi jalinan perjanjian pengendalian senjata yang berupaya memperlambat perlombaan senjata dan mengurangi risiko perang nuklir.

Ketika ditanya oleh kantor berita negara RIA apakah Russia dapat menarik diri dari perjanjian New Start sebelum berakhirnya perjanjian tersebut pada Februari 2026, Menlu Lavrov mengatakan bahwa saat ini tidak ada persyaratan untuk dialog strategis dengan Washington DC.

“Hari ini jelas bahwa, misalnya, moratorium kami terhadap penyebaran misil jarak pendek dan menengah tidak lagi layak secara praktis dan harus ditinggalkan,” kata Lavrov. “AS dengan arogan mengabaikan peringatan Russia dan Tiongkok dan dalam praktiknya telah beralih ke penempatan senjata kelas ini di berbagai wilayah di dunia,” imbuh Menlu Russia itu.

Perjanjian INF

Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF), yang ditandatangani oleh Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan pada tahun 1987, menandai pertama kalinya negara adidaya sepakat mengurangi persenjataan nuklir mereka dan menghilangkan seluruh kategori senjata nuklir.

AS di bawah mantan Presiden Donald Trump secara resmi menarik diri dari Perjanjian INF pada tahun 2019 setelah mengatakan bahwa Moskwa melanggar perjanjian tersebut, sebuah tuduhan yang berulang kali dibantah dan dianggap sebagai dalih oleh Kremlin.

Russia kemudian memberlakukan moratorium pada pengembangan misilnya sendiri yang sebelumnya dilarang oleh perjanjian INF seperti misil balistik dan jelajah berbasis darat dengan jangkauan 500 km hingga 5.500 kilometer.

Trump pada tahun 2018 mengatakan dia ingin mengakhiri perjanjian INF karena apa yang dia katakan sebagai pelanggaran Russia selama bertahun-tahun dan kekhawatirannya tentang persenjataan misil jarak menengah Tiongkok.

AS secara terbuka menyalahkan pengembangan misil jelajah darat 9M729 oleh Russia, yang dikenal di NATO sebagai SSC-8, sebagai alasan Russia meninggalkan perjanjian INF.

Dalam usulan moratoriumnya, Presiden Russia, Vladimir Putin menyarankan Russia dapat menyetujui untuk tidak menempatkan misil di daerah kantong Kaliningrad di pesisir Baltik. Sejak keluar dari pakta tersebut, AS telah menguji misil dengan profil yang sama.

Russia sendiri menembakkan misil balistik hipersonik jarak menengah baru yang dikenal sebagai Oreshnik ke Ukraina pada 21 November lalu dalam apa yang dikatakan Putin sebagai respons langsung terhadap serangan terhadap Russia oleh pasukan Ukraina dengan misil AS dan Inggris. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.