Paus Fransiskus Minta Masyarakat Internasional untuk Menghapus Utang Negara-negara Berkembang

Sabtu, 28 Des 2024, 01:00 WIB

ROMA – Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada hari Kamis (26/12), meminta masyarakat internasional agar menghapus utang negara-negara berkembang. Isu utang terkait dengan perdamaian dan pasar gelap senjata.

“Salah satu hal yang menjadi karakteristik Yubileum adalah penghapusan utang,” kata Paus Fransiskus ketika meresmikan Tahun Suci Katolik atau yang dikenal juga sebagai Yubileum, di Roma, Kamis.

Ket. Foto: Paus Fransiskus tiba di penjara Rebibbia untuk menghadiri acara pembukaan Pintu Suci kapel di penjara tersebut di Roma, Kamis (26/12). — Sumber: istimewa

Dalam iman Katolik, Yubileum adalah momen yang dianggap sebagai waktu untuk perdamaian, pengampunan, dan pemulihan dosa.

“Saya mendorong semua orang untuk mendukung kampanye Caritas International, yang bertajuk Turning Debt Into Hope (Mengubah Utang Menjadi Harapan), untuk meringankan beban negara-negara yang tertindas dan mendorong pembangunan,” kata Paus Fransiskus dari Istana Apostolik.

Dikutip dari Voice of America, ia mengaitkan utang dengan perang dan menegaskan kembali imbauannya bagi perdamaian di Ukraina, Gaza, Israel, Myanmar, dan Kivu Utara.

Perdamaian Dunia

Ia juga menegaskan kembali harapannya pada tahun 2025 untuk perdamaian di dunia dan agar negara-negara kaya mengurangi atau menghapus utang yang dimiliki oleh negara-negara miskin.

Paus Fransiskus berharap agar utang yang ditanggung banyak negara miskin tidak berkelanjutan.Paus Fransiskus meresmikan Tahun Sucinya di penjara utama Roma, membawa pesan harapan kepada para narapidana dan melibatkan mereka dalam perayaan Gereja Katolik yang diadakan setiap seperempat abad dan diperkirakan akan mendatangkan sekitar 32 juta peziarah ke Roma.

Dikutip dari Yahoo News, ia berdiri dari kursi rodanya, mengetuk pintu kapel di penjara Rebibbia dan berjalan melintasi ambang pintu, memerankan kembali gerakan yang dilakukannya di Pintu Suci Basilika Santo Petrus dua malam sebelumnya pada Malam Natal.

Pembukaan Pintu Suci di Basilika secara resmi menandai dimulainya tahun Yubelium, sebuah tradisi gereja yang dimulai sejak tahun 1300 yang saat ini terjadi setiap 25 tahun dan melibatkan kedatangan umat beriman ke Roma untuk berziarah.

"Pintu Suci pertama saya buka saat Natal di St. Petrus. Saya ingin pintu kedua ada di sini, di penjara," kata Fransiskus kepada para narapidana Rebibbia sebelum ia masuk.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.